Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Serai Wangi, Tanaman Penghasil Atsiri Yang Potensial Dikembangkan Oleh RPL PDF Cetak E-mail
Oleh Agus Hasbianto, SP, M.Si   
Senin, 23 Juni 2014 00:00

Serai wangi merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai penghasil minyak atsiri. Tanaman serai wangi mudah dibudidayakan dan tidak menuntut perlakuan khusus, sehingga bagi masyarakat yang berminat mengembangkannya terbuka peluang yang besar. Menurut ibu Nurjannah, seorang pengusaha minyak atsiri di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, penanaman tanaman serai wangi sangat mudah, yang penting digunakan bibit serai yang unggul dan dilakukan perawatan rutin yang sederhana. Bibit yang digunakan berasal dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Balitbangtan. Ibu Nurjannah juga menyediakan bibit serai wangi bagi masyarakat umum yang ingin mengusahakannya. Selain itu, beliau juga bersedia menampung hasil panen serai wangi untuk diolah menjadi minyak atsiri.

Penanaman bibit serai wangi disarankan dilakukan dengan jarak tanam 1x1 m, sehingga memberikan ruang yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tidak diperlukan pupuk khusus untuk tanaman, bahkan penggunaan pupuk kandang sebagai pupuk dasar sudah mencukupi. Satu bibit serai wangi yang ditanam, akan segera tumbuh dan memperbanyak anakan hingga siap dipanen perdana pada umur 4 bulan setelah tanam. Pemeliharaan yang diperlukan adalah pembersihan gulma dan pembumbunan. Hasil yang diperoleh pada panen perdana tersebut bisa mencapai 1 kg bahan basah. Selanjutnya, menurut ibu Nurjannah pada panen kedua setelah tanaman berumur 7 bulan, hasil panen akan meningkat 0,5 - 1 kg. Demikian seterusnya, sehingga dalam satu rumpun bisa dihasilkan > 3 kg bahan basah. Tanaman serai wangi yang ditanam oleh bu Nurjannah, dipertahankan hingga berumur 5 tahun, baru dilakukan penggantian bibit atau tanam bibit baru.

alat penyuling minyak atsiri serai wangialat penyuling minyak atsiri serai wangiPeluang pengembangan tanaman serai wangi sangat terbuka, karena produksi minyak atsiri dari serai wangi baru berkisar 100 - 300 kg, sehingga masih sangat jauh dari permintaan yang mencapai 5 ton per bulan. Harga pembelian bahan segar juga mengikuti harga minyak atsiri yang selama ini cenderung stabil dan bahkan naik. Untuk itu, minat RPL di desa Lok Tamu untuk mengembangkan tanaman serai wangi didukung sepenuhnya oleh ibu Nurjannah. Selain bersedia menyediakan bibit, beliau juga memberikan jaminan pembelian hasilnya. Sebagai gambaran bagi RPL, saat ini harga bahan segar serai wangi adalah Rp 500/kg. Jika RPL menanam pada lahan seluas 250 m2, maka akan akan diperoleh hasil sekitar 250 kg atau Rp 125.000 per tiga bulan. Hasil tersebut diperoleh tanpa memerlukan pemeliharaan dan input produksi yang besar dan akan meningkat pada panen-panen berikutnya. Tambahan pendapatan dari serai wangi tersebut akan cukup membantu masyarakat lok tamu yang sebagian besar menggantungkan pendapatan keluarga dari kebun karet yang saat ini harga karet sedang mengalami penurunan.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com