Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) PDF Cetak E-mail
Oleh Sekretariat Tim Pembina   
Jumat, 04 April 2014 00:00

Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan,  pasar  dan  teknologi  serta  organisasi  tani  yang  masih  lemah.  Oleh  karena  itu program  penanggulangan kemiskinan merupakan  bagian  dari  pelaksanaan  Rencana  Pembangunan  Jangka Panjang  dan  kesepakatan  global  untuk  mencapai  Tujuan  Millenium. Kementerian  Pertanian  mulai  tahun  2008  telah  melaksanakan  program Pengembangan  Usaha  Agribisnis  Perdesaan  (PUAP)  di  bawah  koordinasi Program  Nasional  Pemberdayaan  Masyarakat  Mandiri  (PNPM-Mandiri)  dan berada dalam kelompok program pemberdayaan masyarakat. Pengembangan  Usaha  Agribisnis  Perdesaan  (PUAP)  adalah  bagian  dari  pelaksanaan  program  PNPM-Mandiri  melalui bantuan  modal  usaha  Gabungan  Kelompoktani  dalam  menumbuhkembangkan  usaha  agribisnis  sesuai  dengan potensi pertanian desa sasaran.

PUAP bertujuan untuk:

  1. Mengurangi  kemiskinan  dan  pengangguran  melalui  penumbuhan  dan pengembangan  kegiatan  usaha  agribisnis  di  perdesaan  sesuai  dengan potensi wilayah;
  2. Meningkatkan  kemampuan  dan  pengetahuan  pelaku  usaha  agribisnis, pengurus Gapoktan, Penyuluh dan PMT;
  3. Memberdayakan  kelembagaan  petani  dan  ekonomi  perdesaan  untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis; dan
  4. Meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi  jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan.

Sasaran PUAP yaitu sebagai berikut:

  1. Berkembangnya  usaha  agribisnis  di  desa  terutama  desa  miskin  sesuai dengan potensi pertanian desa;
  2. Berkembangnya  Gapokta yang dimiliki dan dikelola oleh petani  untuk menjadi kelembagaan ekonomi;
  3. Meningkatnya  kesejahteraan  rumah  tangga  tani  miskin, petani/peternak  (pemilik  dan/atau  penggarap)  skala  kecil,  buruh  tani; dan berkembangnya usaha agribisnis petani yang mempunyai siklus usaha.

Indikator keberhasilan output antara lain:

  1. Tersalurkannya  dana  Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)  PUAP 2014 kepada  petani,  buruh  tani  dan  rumah  tangga  tani  miskin  anggota Gapoktan  sebagai  modal  untuk  melakukan  usaha  produktif  pertanian; dan
  2. Terlaksananya  fasilitasi  penguatan  kapasitas  dan  kemampuan  sumberdaya manusia pengelola Gapoktan, Penyuluh dan PMT.

Indikator keberhasilan outcome antara lain:

  1. Meningkatnya  kemampuan  Gapoktan  dalam  memfasilitasi  dan mengelola  bantuan  modal  usaha  untuk  petani  anggota  baik  petani pemilik penggarap, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani;
  2. Meningkatnya  jumlah  petani,  buruh  tani  dan  rumah  tangga  tani  yang mendapatkan bantuan modal usaha; dan
  3. Meningkatnya  aktivitas  kegiatan  usaha  agribisnis  (hulu,  budidaya  dan hilir) di perdesaan.

Sedangkan Indikator benefit dan impact antara lain:

  1. Berkembangnya usaha agribisnis di perdesaan;
  2. Berfungsinya  Gapoktan  sebagai  lembaga  ekonomi  petani  di  perdesaan yang dimiliki dan dikelola oleh petani; dan
  3. Berkurangnya jumlah petani miskin dan pengangguran di perdesaan.

Selanjutnya berbagai informasi mengenai PUAP dapat dilihat pada Pedoman PUAP Tahun 2014 yang dapat diunduh disini.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com