Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (m-P3MI) PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 07 April 2014 13:55

Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (m-P3MI)

Pengertian, Prinsip dan Pendekatan m-P3MI

  1. Pengertian

Di dalam panduan umum ini terdapat beberapa pengertian:

  • Model, adalah simplifikasi dari keadaan dunia nyata dalam bentuk sederhana dan mudah ditiru.Panen Raya Demplot Padi m-P3MI Kab. TabalongPanen Raya Demplot Padi m-P3MI Kab. Tabalong
  • Wujud ‘model’ dalam m-P3MI ini di lapangan adalah berupa unit percontohan berskala pengembangan berwawasan agribisnis, bersifat holistik dan komprehensif yang didalamnya meliputi aspek perbaikan teknologi pra panen, pasca panen, pemberdayaan petani, penguatan kelembagaan (pemasaran hasil dan pendukung agribisnis) serra mendorong terjadinya kemitraan.
  • Unit percontohan, selain berfungsi sebagai laboratorium lapang, juga sebagai ajang kegiatan pengkajian untuk perbaikan teknologi dan perekayasaan kelembagaan pendukung lingkungan bio-fisik dan sosial ekonomi yang berkembang sangat dinamis.
  • Proses pembelajaran dan diseminasi teknologi dalam uit percontohan itu dilakukan secara simultan berbasis Spektrum Diseminasi Multi Channel (SDMC), sehingga spectrum diseminasi semakin meluas.
  • Model pengembangan teknologi, adalah hasil pengkajian teknologi spesifik lokasi melalui uji kesesuaian terjhadap aspek sosial, ekonomi, budaya dan kelembagaan yang selanjutnya dapat dijabarkan kedalam bentuk penyiapan perumusan kebijakan, bimbingan teknis dan pendampingan.
  • Pengkajian teknologi pertanian, adalah kegiatan pengujian keksesuaian komponen teknologi pertanian pada berbagai kondisi lahan dan agroklimat untuk menghasilkan teknologi pertanian unggulan spesifik lokasi.
  • Inovasi teknologi adalah hasil penelitian atau pengkajian yang diterapkan oleh pengguna atau pasar.
  • Komponen teknologi pertanian, adalah suatu hasil kegiatan penelitian pertanian siap saji yang mempunyai potensi untuk diuji lebih lanjut menjadi teknologi spesifik lokasi.
  • Teknologi pertanian spesifik lokasi, adalah suatu hasil kegiatan pengkajian yang memenuhi kesesuaian lahan dan agroklimat setempat yang mempunyai potensi untuk diuji lebih lanjut menjadi paket teknologi pertanian wilayah.
  • Paket teknologi pertanian, adalah rakitan komponen teknologi pertanian yang telah melalui berbagai uji kesesuaian lahan dan agroklimat, kondisi sosial, ekonomi, budaya dan kelembagaan setempat.
  • Pengguna teknologi, adalah petani sebagai pelaku utama dan pelaku usha agribisnis, pengambil kebijakan/ birokrat, akademisi/ ilmuwan, penyuluh, pengurus dan anggota kelompok tani/ gabungan kelompok tani, serta masyarakat umum.
  • Petani, adalah orang yang engusahakan usaha pertanian (tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan rakyat dan peternakan) atas risiko sendiri dengan tujuan untuk dikonsumsi atau untuk dijual, baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap (sewa/kontrak/bagi hasil). Orang yang bekerja disawah/ diladang orang lain dengan mengharapkan upah (buruh tani) bukan termasuk petani.
  • Perdesaan adalah suatu wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumberdaya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.
  • Penulisan huruf ‘m’ sebagai inisial kata ‘Model’ dalam kalimat Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi secara eksklusif dituliskan dengan huruf kecil sehingga tampilannya menjadi ‘m-P3MI’.
  • Penulisan ‘m’ dalam m-P3MI tersebut mengandung makna sebagai penegasan bahwa kegiatan m-P3MI masih berada dalam koridor Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Badan Litbang Pertanian sesuai Kepres No. 177/2000 dan Kementan No. 01/Kpts/OT.210/1/2001. Makna lainnya adalah untuk membedakan dengan inisial ‘M’ yang merupakan singkatan kata ‘Masterplan’ dalam MP3EI (Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia).
  • Selama proses ujicoba atau pengkajian diharapkan mendapatkan umpan balik (feedback)  untuk penyempurnaan model pengembangan.
  • Pembinaan dilakukan secara gradual atau bertahap setiap tahuan, sehingga pada batas waktu tertentu kurang lebih sekitar 3 hingga 5 tahun membentuk sustu model percontohan pertanian yang berwawasan agribisnis. Oleh karena itu, maka didalam pengajuan Rencana Diseminasi Hasil Pengkajian (RDHP) m-P3MI harus dilengkapi dengan peta jalan (road map), agar aktivitas yang akan dikerjakan setiap tahunnya tercantum secara tegas dan jelas.

2. Prinsip m-P3MI

Penyelenggaraan m-P3MI didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

  • m-P3MI merupakan suatu program pengembangan model pembangunan pertanian melalui inovasi dalam suatu kawasan berbasis sumberdaya lokal denganPenyampaian Teknologi Dalam m-P3MIPenyampaian Teknologi Dalam m-P3MI pendekatan agribisnis.
  • Model yang dibangun mengedepankan engineering approach yang mengkombinasikan scientific approach dan creativity approach, sehingga model bersifat lentur/ dinamis terhadap dinamika perkembangan kebijakan inovasi, mampu mengakomodasi peluang penggunaan input atau proses yang berpengaruh terhadap output.
  • Kegiatan m-P3MI dapat difokuskan pada kegiatan berbasis agroekosisten atau kegiatan berbasis komoditas unggulan di perdesaan.
  • Pemilihan komoditas dan inovasi teknologi yang dikembangkan, ditentukan dan dibangun oleh masyarakat secara musyawarah, berdasarkan potenasi pasar, serta berbasis pada sumberdaya local dalam pengembangannya ke depan.
  • Muatan pertanian perdesaan dalam model ini harus memiliki konteks penyebarluasan inovasi yang berorientasi pada suatu kawasan seragam secara bio-fisik dan sosial ekonomi, serta komparatif memiliki keunggulan sumberdaya alam.
  • Inovasi pertanian dalam percontohan ini merupakan teknologi dan kelembagaan agribisnis hasil temuan Badan Litbang Pertanian, sehingga m-P3MI dapat di klaim sebagai wahana untuk mengintroduksikan dan memperluas penerapan teknologi dan kelembagaan yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian.
  • Pelaksanaan m-P3MI diselenggarakan secara partisipatif dengan perencanaan dari bawah (bottom up planning) melalui pemberdayaan masyarakat petani.
  • Dukungan infrastruktur pertanian menjadi prasyarat utama dalam pengembangan model pembangunan pertanian ini dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah/ Dinas Terkait/ Petani.
  • Bantuan input produksi hanya diberikan pada tahap awal pelaksanaan penerapan teknologi, dinilai sebagai pinjaman yang harus dikembalikan untuk digunakan sebagai modal bergulir kelompok.


3. Pendekatan m-P3MI

Pendekatan m-P3MI dirancang untuk memperkuat program pembangunan pertanian, sebagai modus diseminasi dan laboratorium lapang hasil penelitian Badan Litbang Pertanian.

Penguatan Modus Diseminasi

  • Memfasilitasi penumbuhan dan pembinaan percontohan system dan usaha agribisnis berbasis pengetahuan dan teknologi inovatif
  • Membangun pengadaan system pendukung penerapan teknologi (antara lain benih, prototype alat/mesin pertanian, usaha pasca panen skala komersial) secara luas dan desentralistik.
  • Menyediakan informasi, konsultasi dan sekolah lapang untuk pemecahan masalah melalui penerapan inovasi pertanian bagi petani dan para praktisi agribisnis.
  • Memfasilitasi dan meningkatkan kemampuan masyarakat dan pemerintah setempat untuk pengembangan dan pembinaan percontohan system dan usaha agribisnis berbasis pengetahuan dan teknologi secara mandiri.

Penguatan Laboratorium Lapang

  • Menyelenggarakan unit percontohan untuk mediasi percepatan dan perluasan spektrum penggunaan teknologi Badan Litbang Petanian.
  • Mengevaluasi dan menyempurnakan kinerja komersialisasi teknologi hasil Badan Litbang Pertanian.
  • Melaksanakan pengkajian percepatan pengembangan teknologi tepat guna secara partisipatif, bersama-sama dengan pengguna dan stakeholder di daerah.

(Diambil dari Panduan Umum Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (m-P3MI) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, 2013)

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com