Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
BPTP Kalsel Mendukung Swasembada Jagung Berkelanjutan di Kalimantan Selatan PDF Cetak E-mail
Oleh Agus Hasbianto, SP, M.Si dan Ariadi, S.Pi   
Rabu, 23 April 2014 11:03

Kepala BPTP Kalimantan Selatan Memberikan SambutanKepala BPTP Kalimantan Selatan Memberikan SambutanProvinsi Kalimantan Selatan termasuk wilayah sentra produksi beberapa komoditas penting, diantaranya padi, jagung dan ternak sapi. Untuk jagung, wilayah penghasil utama adalah Kabupaten Tanah Laut dan sekaligus juga sebagai wilayah sentra dan pengembangan ternak sapi. Oleh karena itu, sangat tepat jika dalam mendukung swasembada jagung berkelanjutan di kabupaten ini dilakukan dengan pendekatan integrasi jagung - ternak sapi.

Dalam rangka mendukung swasembada jagung berkelanjutan, pada hari Selasa 22 April 2014 BPTP Kalimantan Selatan melaksanakan acara "Sosialisasi Inovasi PTT Jagung" yang bertempat di ladang jagung Desa Gunung Raja Kabupaten Tanah Laut. Acara formal yang dikemas tidak formal tersebut, dihadiri oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalsel, Badan Koordinasi Penyuluhan Prov. Kalsel, Balittra, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Tanah Laut serta Dinas/Badan Terkait Kab. Tanah Laut, Dinas Pertanian, Badan/Instansi, dan petani jagung dari Kab. Kotabaru, Tabalong, Tapin, Banjar dan Tanah Laut, Manajemen PT. Japfa Comfeed, Bapak Budiyono "raja jagung" Tanah Laut, peneliti dan penyuluh BPTP Kalimantan Selatan serta Pakar Jagung dari Balai Penelitian Tanaman Serealia-Maros.

Membuka acara, Kepala BPTP Kalsel - Dr. Muhammad Yasin, mengajak seluruh peserta yang hadir untuk secara aktif berpartisipasi mensukseskan program pemerintah dalam mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan komoditas-komoditas penting termasuk jagung. Menurut Dr. M. Yasin, jagung merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan tidak kalah dengan tanaman lain. Selain itu, tanaman jagung memiliki daya adaptasi yang baik dan mudah dibudidayakan, sehingga tanaman ini memiliki laju pertumbuhan yang cepat. Lahan-lahan yang secara rutin ditanami jagung, akan tetap optimal selama bertahun-tahun. Hal tersebut berbeda jika lahan telah ditanami komoditas tahunan. Selain itu, Kalimantan Selatan yang menargetkan surplus daging sapi juga sangat tepat jika didukung atau diintegrasikan dengan budidaya jagung. Beliau mencontohkan kondisi di pulau jawa, dimana peternak sapi memilih sumber pakan dari batang dan daun jagung karena memiliki kandungan gizi yang tinggi dalam mendukung pertumbuhan ternak. Apalagi Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan varietas jagung yang batangnya tetap hijau hingga saat panen dan cocok sebagai bahan pakan ternak.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut - Ir. Noor Hidayat, menyampaikan bahwa sebanyak 65% masyarakat Tanah Laut bermata pencarian sebagai petani dan salah satu komoditas pertanian unggulan adalah jagung. Pada tahun 2006, Gubernur Kalimantan Selatan telah mencanangkan gerakan 100.000 ton jagung di Tanah Laut. Semenjak pencanangan gerakan tersebut, Tanah Laut pernah mencapai produksi tertinggi seanyak 87.000 ton. Pencapaian tersebut didukung dengan luas tanam jagung yang mencapai 15.000 ha (2009/2010). Namun demikian, pada tahun-tahun berikutnya terjadi penurunan luas tanam jagung hingga mencapai 4.000 ha. Penyusutan tersebut disebabkan oleh tingginya persaingan penggunaan lahan untuk komoditas lain, terutama tanaman-tanaman perkebunan seperti karet dan kelapa sawit. Untuk itu, Pemkab Tanah Laut dalam beberapa tahun terakhir terusĀ  berupaya meningkatkan luas tanam dan produksi jagung yang pada tahun 2012 luas panen kumulatif dalam satu tahun mencapai 14.000 ha. Dalam mendukung dan mensukseskan gerakan 100.000 ton jagung, telah dilakukan panen jagung oleh Menteri Pertanian saat itu yaitu Dr. Anton Apriyantono, dilakukan juga upaya peningkatan mutu dan hasil dengan mengundang penyedia benih jagung, memperkuat petani jagung dengan membentuk asosiasi jagung, penyediaan dana talangan jagung hingga mencapai Rp 5 milyar, melibatkan stakeholders terkait di wilayah serta dukungan saprodi. Itulah salah satu wujud kesungguhan Pemkab Tanah Laut dalam agribisnis jagung. Program kedepan yang sedang dilakukan dan akan dikembangkan adalah integrasi tanaman jagung dengan tanaman perkebunan, yaitu karet dan kelapa sawit. Untuk lahan bukaan baru, telah dilakukan penyesuaian jarak tanam, sehingga memungkinkan produksi jagung berkelanjutan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparapan inovasiĀ  teknologi jagung oleh para pakar dari Balai Penelitian Tanaman Serealia, yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Azrai mengenai Teknologi Produksi Benih Jagung Hibrida STJ, dan Syafruddin, M.Si mengenai Metode Penentuan Rekomendasi Pemupukan Jagung Spesifik Lokasi. Untuk melengkapi acara, dihadirkan juga narasumber dari Manajemen PT. Japfa Comfeed yaitu Bapak Frenky Sitanaya, serta salah satu pengusaha jagung (raja jagung) yaitu Bapak Budiyono, S.Pd.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com