Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Rekomendasi Teknologi PTT Padi Kalsel PDF Cetak E-mail
Oleh Ir. Rina D. Ningsih, M.Si   
Senin, 28 April 2014 23:55

indo planter bptp kalselindo planter bptp kalselKalimantan Selatan adalah salah satu provinsi sentra produksi padi, pada tahun 2012 produksi padi mencapai > 2 juta ton GKG yang tersebar di 11 kabupaten. Guna mendukung upaya peningkatan produksi, telah dilakukan pendampingan PTT padi di seluruh kabupaten tersebut. Namun demikian, perbedaan agroekosistem antar kabupaten menyebabkan adanya perbedaan teknologi PTT padi yang direkomendasikan. Selain itu, pelaku usahatani padi (petani) juga dapat memanfaatkan KATAM Terpadu untuk memperoleh rekomendasi sesuai dengan lahan yang digunakan.

Berikut rekomendasi teknologi padi per kabupaten di Kalimantan Selatan (lahan sawah irigasi, tadah hujan; per bulan Maret 2014) :


No

Kabupaten

Varietas

Pupuk

Lainnya

KETERANGAN

1

BARITO KUALA

  • Benih bermutu dan ber label
  • Inpara 1, 2, 3, 4, Margasari, Banyu Asin*, Sintanur*, Inpari 9 Elo* (tahan tungro), Inpari 13*, Situ Bagendit*, Situ Patenggang*
  • Kapur pertanian (500 - 1.000 kg/ha) atau abu/ arang sekam (min 500 kg/ha)
  • Pengembalian sisa tanaman / pemberian pupuk organik 2 t/ha
  • Berdasarkan PUTR atau Urea : SP-36 : KCl = 250 : 75 : 50 kg/ha atau Phonska : Urea = 225 : 175 kg/ha
  • Tata air mikro; sistem tata air satu arah
  • Legowo 2 :1 (min 40 x (20 x 10) cm)
  • Pengendalian OPT dengan pendekatan PHT

Lahan pasang surut

*) =untuk lahan yang tata airnya bagus

2

BANJAR

  • Benih bermutu dan ber label
  • Ciherang, Mekongga, inpari 11, inpari 12*, inpari 13, inpari 17 dan Batang Piaman

 

  • Pengembalian jerami padi /penggunaan Bahan Organik 2t/ha
  • Berdasarkan PUTS  dan BWD, atau urea-SP36-KCl=250 -100-50 kg/ha, atau phonska-urea=225-175 kg/ha.
  • Legowo 2 :1 (min 40 x (20 x 10) cm)
  • Pengendalian OPT dengan pendekatan PHT

*)= tidak disarankan untuk daerah endemik blast)

3

TANAH LAUT

  • Benih bermutu dan ber label
  • Var. Ciherang, inpari  1,8,9,11,16,17,Batang Piaman, mekongga, Situ Bagendit.

 

  • Pengembalian jerami padi /penggunaan Bahan Organik 2t/h
  • Berdasarkan PUTS dan BWD atau Urea : SP-36 :KCl=250:100:50 kg/ha (Ponska175,Urea 225 kg/ha )

 

  • Cara tanam jajar legowo (2:1 ; (40x (20x10))
  • Pengendalian OPT dengan pendekatan PHT

 

 

4

TANAH BUMBU

  • Ciherang, Mekongga, Inpari 4, npari 8, 9, 10,  Inpari  11, Inpari 13, Inpara 3, Inpara 4, Cigeulis, Air Tenggulang, Batang Piaman.
  • benih bermutu & berlabel
  • pemberian bo/pengembalian sisa tanaman
  • Berdasarkan BWD dan PUTS atau 250 -100-100
  • Jajar legowo 2:1
  • Umur bibit <20 hr, 1-3 btg/rpn
  • Bila endemik keong mas, umur bibit <25 hr, 3-5 btg/rpn.

Inpari 4=tidak untuk endemic HDB

Inpari 11=tidak untuk endemic blast

5

KOTABARU

  • Cibogo, Ciherang, Inpari 5, 8, 10, 13, Inpari Sidenuk, Situ Bagendit, Situ Patenggang
  • benih bermutu & berlabel
  • pemberian bo/pengembalian sisa tanaman/ pupuk organik pabrikan.
  • Berdasarkan PUTS dan BWD atau ponska 250 + urea 200 kg/ha
  • Cara tanam jajar legowo (2:1 ; (40x (20x10))
  • Pengendalian OPT dengan pendekatan PHT

 

6

TAPIN

  • I inpari  4,7,10, 11,12*,13
  • benih bermutu & berlabel
  • pemberian bo/pengembalian sisa tanaman/ pupuk organik pabrikan.
  • Berdasarkan PUTS dan BWD atau urea  250 +  SP36 75 + KCl 100 kg/ha
  • Cara tanam jajar legowo (2:1 ; (40x (20x10))
  • Pengendalian OPT dengan pendekatan PHT

*)= tidak disarankan untuk daerah endemik blast)

7

HULU SUNGAI SELATAN

  • Inpari-4, 8, 9, 17, 18, 20, 21
  • benih bermutu & berlabel
  • pemberian bo/pengembalian sisa tanaman/ pupuk organik pabrikan.
  • Berdasarkan PUTS dan BWD atau ponska 350 dan urea 150 kg/ha
  • Cara tanam jajar legowo (2:1 ; (40x (20x10))
  • Pengendalian OPT dengan pendekatan PHT

 

8

HULU SUNGAI TENGAH

  • Mekongga, Ciherang, Inpari 4 dan Inpari 12*
  • benih bermutu & berlabel
  • pemberian bo/pengembalian sisa tanaman
  • Berdasarkan BWD dan PUTS, atau 250-100-100
  • Jajar legowo 2:1
  • Bibit  muda < 21 hr, 1-3 btg/rpn.

*)= tidak disarankan untuk daerah endemik blast)

9

HULU SUNGAI UTARA

  • Ciherang, Cibogo, Mekongga, Inpara 3, inpari 13, 17
  • benih bermutu & berlabel
  • pemberian bo/pengembalian sisa tanaman/ pupuk organik pabrikan
  • Berdasarkan PUTR atau 200-100-100.
  • Jajar legowo 2:1
  • Umur bibit <20 hr, 1-3 btg/rpn
  • Umur bibit <25 hr, 3-5 btg/rpn (bila endemik keong mas)
  • Lahan lebak
  • Bila tidak ada galangan, sebaiknya menggunakan pupuk cair

10

BALANGAN

  • Ciherang, cibogo, Inpari-8, 12, 13,mekongga
  • benih bermutu & berlabel
  • pemberian bo/pengembalian sisa tanaman/ pupuk organik pabrikan
  • Berdasarkan BWD dan PUTS atau 250,100,100
  • Cara tanam jajar legowo (2:1)
  • Umur bibit <25 hr, 2-3 btg/rpn
  • Pengendalian OPT dengan pendekatan PHT

 

11

TABALONG

  • Inpari 1, Inpari 4, Inpari8, Inpari 9, Mekongga, Ciherang dan Cibogo. MK : Inpari 10, 11, 12* dan 13, 17, Batang Piaman
  • benih bermutu & berlabel
  • pemberian bo/pengembalian sisa tanaman/ pupuk organik pabrikan.
  • Berdasarkan BWD dan PUTS, atau tanpa bahan organik : 250, 50,100, dengan bahan organik 2t/ha: 225, 0, 80
  • Cara tanam jajar legowo (2:1 ; (40x (20x10))
  • Bibit muda < 20 hss, 1-2 btg/rpn
  • Pengendalian OPT dengan pendekatan PHT

 

*)= tidak disarankan untuk daerah endemik blast)

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com