Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner
Mengenali Gejala dan Penyebab Kering Alur Sadap (KAS) PDF Cetak E-mail
Oleh Ir. Sri Hartati, MP   
Jumat, 27 Maret 2015 15:47

Kering Alur Sadap (KAS) merupakan salah satu faktor yang membatasi produktivitas hampir di semua perkebunan karet terutama perkebunan yang dikelola rakyat. Kejadian kering alur sadap (KAS) merupakan gangguan fisiologis, karena tanaman mengalami keletihan akibat ketidak-seimbangan antara lateks yang dieksploitasi dengan lateks yang terbentuk kembali (regenerasi/biosintesis), sedangkan pekebun di wilayah Kalimantan Selatan cenderung melakukan penyadapan setiap hari.

Serangan KAS tidak hanya menurunkan produktivitas karena merusak kulit yang akan disadap, tetapi KAS juga menjadi faktor penyebab kehilangan tegakan karena tanaman menjadi rentan terhadap angin. Tanaman yang berumur lebih tua sering dilaporkan mengalami KAS lebih tinggi, hal ini logis karena adanya interaksi dengan intensitas eksploitasi yang lebih tinggi.

Gejala Serangan KAS

Ada beberapa cara untuk melihat gejala atau mendeteksi serangan KAS tanaman karet. Cara paling sederhana adalah bila gejala awal (KAS parsial) telah terjadi yakni dengan test tusuk sesuai dengan arah penyebaran KAS. Cara ini digunakan untuk pelaksanaan mengatasi KAS secara kuratif. Deteksi gangguan KAS sebaiknya dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Semakin cepat terdeteksi adanya gangguan KAS akan meminimalkan penyebaran KAS dan segera diambil tindakan pengobatan, sedangkan gejala yang diamati adalah :

1. Tidak mengalirnya lateks dari sebagian alur sadap.
2. Dalam beberapa minggu keseluruhan alur sadap kering tidak mengeluarkan lateks.
3. Bagian yang kering berwarna coklat karena pada bagian ini terbentuk gum (blendok).
4. Kekeringan kulit meluas ke kulit lainnya yang seumur tapi tidak meluas dari kulit perawan ke kulit pulihan atau sebaliknya.
5. Terjadinya pecah-pecah pada kulit dan pembengkakan  atau tonjolan pada batang tanaman.

Penyebab KAS

KAS tidak disebabkan oleh patogen melainkan berupa gangguan fisiologis karena tanaman mengalami keletihan akibat ketidakseimbangan antara lateks yang dieksploitasi dengan lateks yang terbentuk kembali (regenerasi/ biosintesis). Penyadapan yang terlalu sering dan tidak sesuai norma sadap terlebih lagi jika disertai dengan penggunaan bahan perangsang lateks ethepon (ethrel), kondisi ini memiliki peluang yang sangat besar untuk membuat pohon karet tidak mengeluarkan lateks (KAS).

Prinsip penyadapan yang baik adalah mengambil partikel karet yang sudah diregenerasi atau disintesis tanaman dalam jaringan pembuluh lateks. Penyadapan yang berlebihan sebelum regenerasi lateks terjadi hanya mengeluarkan lebih banyak serum, sehingga lebih banyak merugikan tanaman. Over eksploitasi bisa terjadi karena terlalu sering pohon disadap melebihi kapasitasnya, atau pemberian stimulan yang berlebihan sehingga lateks terus mengalir dengan membuang banyak serum.

Secara fisiologis, ketidak seimbangan ini mengakibatkan sel-sel pembuluh lateks mengalami keletihan (fatigue) sehingga banyak membentuk senyawa radikal bebas. Senyawa radikal bebas berupa O2-, OH dan Active oksidative spesies (AOS). Senyawa tersebut dapat menggangu enzim-enzim yang terlibat dalam biosintesis karet seperti rubber transferase dan prenyl transferase. Kedua enzim tersebut berperan mengubah mevalonat menjadi partikel karet. Gangguan aktivitas enzim-enzim tersebut mengakibatkan penumpukan sukrosa, HMG CoA dan mevalonat.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com