Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner
Perubahan Jarak Tanam Karet dan Pola Integrasi Mendukung Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan PDF Cetak E-mail
Oleh Ir. Sri Hartati, MP   
Kamis, 30 April 2015 13:42

Masyarakat Kalimantan Selatan mulai menghadapi keterbatasan lahan pertanian, sementara pelaku utama dan pelaku usaha memiliki motivasi tinggi untuk menanam komoditas perkebunan terutama komoditas unggulan seperti karet, kelapa dalam dan kelapa sawit, sehingga ada kecendrungan terjadi penggantian komoditas.

Terdapat beragam alasan masyarakat atas kecendrungan mereka lebih memilih untuk mengusahakan tanaman perkebunan dibandingkan tanaman pangan, mulai dari aspek budidaya hingga pemasaran. Masyarakat memang diberikan hak oleh negara untuk memilih komoditas yang diusahakan sebagaimana diatur dalam UU no. 12 tentang budidaya tanaman. Namun demikian, Pemerintah juga memiliki kewajiban untuk memberikan jaminan ketersediaan bahan pangan terutama melalui produksi domestik, sehingga ketahanan pangan kawasan akan terjamin. Oleh karena itu, untuk  mempertahankan dan mengamankan komoditas tanaman pangan terutama pada lokasi-lokasi sentra produksi tanaman pangan, diperlukan jalan keluar yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat (perbaikan ekonomi melalui usahataninya) dan bagi terwujudnya atau stabilisasi ketahanan pangan kawasan tersebut, dalam hal ini Provinsi Kalimantan Selatan.

PERKEMBANGAN LUAS TANAM PERKEBUNAN

Dua komoditas perkebunan utama di Kalimantan Selatan yaitu, Karet dan Kelapa Sawit, menunjukkan peningkatan luas tanam dan produksi. Gambar 1 berikut menunjukkan perkembangan luas dan produksi karet rakyat dalam 10 tahun terakhir (2003 – 2012).

Peningkatan luas tanam dan produksi juga terjadi untuk Kelapa Sawit. Perkembangan luas tanam dan produksi Kelapa Sawit selama 10 tahun terakhir (2003 – 2012) disajikan pada Gambar 2.

Peningkatan luas tanam kedua komoditas perkebunan tersebut diperkirakan akan terus terjasdi dalam beberapa tahun berikutnya, yang tentunya akan menjadi ancaman bagi luas lahan tanaman pangan seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk mengusahakan Karet dan Kelapa Sawit.

Untuk mengantisipasi penurunan luas lahan tanaman pangan yang pada akhirnya akan mempengaruhi produksi pangan daerah, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perkebunan melakukan satu terobosan melalui program “Perubahan Jarak Tanam Karet”. Program terobosan ini dimaksudkan untuk melestarikan lahan pangan dan meningkatkan produktivitas lahan secara berkesinambungan. Perubahan jarak tanam tanaman karet yang diintroduksikan yaitu dari 7 m x 3 m atau 6 m x 3 m atau 4 m x 5 m menjadi 2 m x 3,5 m x 19 m. Perubahan tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan agar tanaman pangan (misalnya jagung) dapat terus menerus ditanam di lahan tersebut dalam rangka mewujudkan pelestarian lahan pangan dan peningkatan produktivitas lahan. Populasi karet yang sebelumnya ± 500 pohon menjadi 390 pohon per hektar. Aplikasi perubahan jarak tanam di lapang ditunjukkan pada gambar 3.

Untuk memperkuat landasan bagi pelaksanaan program di lapangan, maka pada tanggal 6 April 2013 dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala Dinas Perkebunan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dirjen Tanaman pangan dan Hortikultura, Dirjen Perkebunan, Gubernur Kalimantan Selatan dan disaksikan Bupati Kabupaten Tanah Laut.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com