Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner
Sistem Kandang Kelompok : "Menguntungkan Peternak Sapi" PDF Cetak E-mail
Oleh agus hasbianto   
Minggu, 16 Agustus 2015 14:33

Salah Satu Contoh Bentuk Kandang KelompokSalah Satu Contoh Bentuk Kandang KelompokBangsa Indonesia sangat dikenal dengan kemampuan mengelola alam khususnya untuk pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan), bahkan pertanian organik telah dikenal begitu lama. Ternak sapi misalnya, merupakan hewan ternak yang melekat dengan kehidupan petani Indonesia. Hewan ternak penghasil daging ini sebelumnya sering digunakan sebagai tabungan keluarga, tenaga untuk persiapan lahan sebelum tanam, tenaga angkut saprodi dan hasil panen dan fungsi lainnya. Maka seharusnya, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berswasembada daging. Apalagi Indonesia mempunyai sapi potong lokal yang potensial dan adaptif untuk dikembangkan di berbagai wilayah seperti Sapi Bali.

Namun demikian, pemeliharaan sapi yang umumnya dilakukan oleh petani/peternak di Indonesia ternyata memiliki beberapa masalah, diantaranya (i) terlambatnya beranak pertama; (ii) jarak beranak yang panjang; dan (iii) tingkat kematian pedet yang cukup tinggi. Selain itu, sisitem pemeliharaan sapi individual yang dilakukan di tingkat peternakan rakyat kurang efisien yang disebabkan oleh keterbatasan  populasi (skala), waktu petani dan pengetahuan dalam memelihara ternak sapi.

Salah satu inovasi Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan efisiensi peternakan sapi adalah Teknologi Pembibitan Sapi Potong "Model Litbangtan", yaitu sistem pemeliharaan sapi potong dengan cara dilepas di kandang kelompok untuk meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja dan pengelolaan reproduksi sapi. Karakteristik dari sistem pembibitan ini adalah adanya bank pakan sumber serat (seperti jerami padi) sehingga peternak dapat menyediakan pakan secara ad-libitum (tersedia sepanjang waktu).

Model Litbangtan memiliki keunggulan, diantaranya jarak beranak (calving interval) kurang dari 14 bulan. Jarak beranak yang pendek akan memberikan keuntungan bagi peternak. Selain itu, dengan pengelolaan yang baik peternak akan mendapatkan tambahan nilai (ekonomi) dari pupuk kandang dan produksi bio-gas.

 

Informasi lengkap mengenai sepsifikasi dan teknis pembuatan Kandang Model Litbangtan download disini

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com