Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Limbah Perkebunan, Solusi Saat Kesulitan Pakan PDF Cetak E-mail
Oleh Harun Kurniawan, S.Pt   
Selasa, 17 Oktober 2017 09:00

Proses Pencacahan Pelepah dan Daun Kelapa SawitProses Pencacahan Pelepah dan Daun Kelapa SawitKetersediaan pakan secara terus menerus menjadi salah satu syarat mutlak dalam kesuksesan usahatani bidang peternakan, termasuk sapi potong. Pembarian pakan hijauan dengan kualitas yang baik, ditambah dengan pakan tambahan dan suplemen sudah terbukti mampu untuk meningkatkan produksi dan produktivitasnya. Namun, karena sebagian besar masih mengandalkan rumput alam sebagai sumber hijauan, ketersediaannya akan sangat tergantung pada musim. Memasuki musim kemarau, ketersediaan rumput akan menipis sehingga memerlukan upaya dan biaya lebih besar untuk mendapatkannya.

Disisi yang lain, Provinsi Kalimantan Selatan memiliki lahan kelapa sawit produktif yang cukup luas. Pemanfaatan limbah terutama pelepah yang dipangkas saat ini masih sangat terbatas. Padahal, dengan pengolahan yang baik limbah ini dapat dijadikan sebagai sumber hijauan, bahkan dapat dijadikan sumber pakan lengkap. Kendalanya, untuk mengolah limbah ini diperlukan alat pencacah dengan kualitas baik agar hasil pencacahannya halus sehingga tidak membahayakan bagi ternak yang mengkonsumsinya.

Tahun 2017 melalui dana APBD, Kelompoktani Margo Sari Desa Sumber Makmur Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut mendapatkan bantuan satu unit choppi er. Sebagai salah satu bentuk pemanfaatannya, Tim Pendampingan Peternakan BPTP Balitbangtan Kalimantan Selatan memberikan inovasi teknologi pengolahan pakan lengkap berbasis pelepah sawit. Pelatihan yang dihadiri oleh sebagian besar anggota kelompok ini diawali dengan penyampaian materi singkat mengenai pemafaatan limbah perkebunan, dilanjutkan dengan praktik pengolahan pakan secara langsung.

Teknologi pakan yang disampaikanpun termasuk tteknologi yang sederhana. Pelepah dan daun sawit yang telah dicacah halus, dicampurkan dengan beberapa pakan tambahan seperti dedak, kapur, urea, tetes tebu dan mineral kemudian difermentasi dalam wadah tertutup. Dalam 10 hari, pakan tersebut siap untuk diberikan pada ternak setelah sebelumnya diangin-anginkan terlebih dahulu. [rn]


LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com