Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner
Usahatani Padi Gogo di Sela Tanaman Perkebunan Mampu Tingkatkan Produksi Pangan dan Pendapatan Petani PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 14 Agustus 2019 00:00

Penampilan padi gogo di bawah pertanaman karetPenampilan padi gogo di bawah pertanaman karet

Dalam dekade terakhir ini, penyempitan lahan pertanian semakin terasa. Penyempitan lahan terjadi karena alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi non pertanian. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas lahan baku sawah terus menurun dari 7,75 juta hektar ditahun 2017 menjadi 7,1 juta hektar di tahun 2018. Tentunya keadaan ini mengancam produksi pangan kita.

Selain meningkatkan produktivitas per unit area, cropping system atau tumpang sari merupakan teknik yang cukup efektif untuk meningkatkan produksi pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cropping system antara tanaman pangan (padi gogo) dan perkebunan (karet, sawit) dapat meningkatkan produktivitas lahan terutama pada tanaman perkebunan sebelum produksi.

Pemilihan varietas dan penerapan teknologi tepat guna menjadi faktor penentu yang penting. Praktik pola tanam seperti ini diharapkan menjadi sumber tambahan penghasilan petani sekaligus meningkatkan produksi pangan.

Untuk menjawab tantangan di atas, telah dilakukan kajian pola tanam antara padi gogo dan tanaman karet. Teknologi yang diintroduksi antara lain varietas unggul baru (VUB) padi gogo, teknologi jajar legowo 2:1, pemupukan berimbang dengan menggunakan PUTK, menggunakan pupuk hayati (Agrimeth) , pengendalian hama penyakit, penanganan panen dan pasca panen.

Hasil kajian menunjukan bahwa VUB padi gogo (Situ Bagendit, Situ Patenggang, Inpago-8 dan Inpago-11) memberikan hasil panen antara 3,0-4,2 t/ha GKG atau 200% lebih tinggi dari padi gogo lokal yg ditanam petani (Si Buyung, Mayas, Bedagai, Tongkol Pudak) hanya berkisar antara 1,5-2,4 t/ha.

Varietas Situ Patenggang disukai petani karena sifat aromatik sama seperti padi lokal Si Buyung akan tetapi ditemukan gejala blast. Inpago-8 mempunyai keunggulan lebih toleran naungan dibandingkan varietas lainnya. Selain itu Inpago 8 dan juga Inpago 11 disukai petani karena lebih tahan terhadap penyakit blast, HDB dan bercak coklat. Varietas Situ Bagendit agak rentan terhadap penyakit Blast, bercak coklat dan Hawar Daun Bakteri (HDB), oleh karena itu varietas ini tidak direkomendasikan.

Hasil kajian tersebut memberikan dampak yang sangat positif bagi kelompok tani (kooperator), diantaranya mereka jadi mengenal VUB Padi Gogo yang berumur genjah, produksi yang lebih tinggi dari varietas lokal, pemeliharaan yang mudah dengan penerapan jajar legowo 2:1, serta aroma, bentuk dan rasa nasi VUB yang mereka sukai. Pada musim tanam selanjutnya petani di Desa Tundakan, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan sudah menangkarkan benih VUB dari hasil panen padi musim sebelumnya.

 

Kontributor Naskah : Sholih Nugroho Hadi

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com