Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
MENINGKATKAN NILAI TAMBAH CABAI MELALUI PEMBUATAN SAOS CABAI DAN ABON CABAI DI DESA BELANGIAN PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Sabtu, 20 Juli 2019 08:09

Ir. Barnuwati memandu praktik pengolahan cabaiIr. Barnuwati memandu praktik pengolahan cabaiDesa Belangian terletak di Kecamatan Aranio dan merupakan titik terjauh yang memakan waktu perjalanan 2 jam dengan menggunakan klotok (kapal kecil). Akses yang sulit dan mahalnya biaya transportasi menjadikan salah satu produk pertanian unggulan Desa Belangian (cabai) tidak kompetitif di pasaran. Hal ini berdampak murahnya harga cabai ditingkat petani. Berangkat dari masalah ini, BPTP Kalimantan Selatan merasa perlu untuk melaksanakan Bimtek pengolahan cabai menjadi produk olahan seperti Saos Cabai dan Abon Cabai sebagai upaya peningkatan nilai tambah.

Teknologi pengolahan saos cabai dan abon cabai cukup sederhana dan dapat dilaksanakan ditingkat rumah tangga. Bahan yang dibutuhkan juga mudah didapat, teknologi prosesnya yang terpenting adalah proses blansir (blanching) bertujuan untuk menjaga mutu produk, dengan cara pengukusan cabai selama kurang lebih 3-5 menit, dengan maksud untuk menonaktifkan enzim alami yang terdapat pada bahan pangan. Enzim tersebut di nonaktifkan karena dapat mengganggu kualitas pangan saat dilakukan proses pengolahan selanjutnya. Setelah itu cabai diblender lalu campurkan bawang putih, asam sitrat secukupnya, cuka makan, gula, garam dan tambahkan tepung maizena 1-2 Sdm untuk kekentalan saos cabai. Tidak jauh berbeda dengan pembuatan Abon Cabai, hanya saja cabai yang telah di blancing dikeringkan sampai bisa remuk dan ditambahkan campuran ikan teri dan udang kering serta bumbu lainnya yang sudah dihaluskan lalu disangrai dan siap disajikan atau dikemas. Proses pengolahan dan pengemasan yang higienis dapat meningkatkan umur simpan dari produk olahan cabai.

Teknologi pengolahan Saos Cabai dan Abon Cabai yang disampaikan oleh Ir. Barnuwati Penyuluh di BPTP Kalimantan Selatan, disambut dengan antusias oleh anggota KWT. Menurut ketua KWT, teknologi ini sangat bermanfaat dan menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani selama ini. Diharapkan produk ini menjadi produk unggulan di Desa Belangian dan menjadi oleh-oleh khas bagi pengunjung yang datang kedesa ini.

Kontributor Naskah: Shintaa Anggreany, M.Si

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com