Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Model Pemeliharaan Itik Yang Menguntungkan di Lahan Rawa Lebak PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 16 Agustus 2019 16:34

Kepala BPTP Kalsel foto bersama Bapak Hardi Kepala BPTP Kalsel foto bersama Bapak Hardi Ketika mendengar istilah rawa biasanya oraang langsung akan teringat dengan kerbau rawa, padi rawa atau bahkan dengan tanaman hortikultura. Selain hal di atas, ternyata dapat kita jumpai  ternak itik di lahan rawa lebak di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Apakah beternak itik di lahan rawa cukup menguntungkan? Seperti apakah pola atau model pemeliharaan itik yang sesuai di lahan rawa? Simak ulasan berikut tentang sukses story Bapak Hardi, kooperator kegiatan bioindustry BPTP Kalimantan Selatan, di Desa Sungai Durait Hulu, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Bapak hardi saat ini memelihara itik sebanyak 210 ekor dengan rata-rata penerimaan bersih sekitar hampir 4 juta. Hitungannya adalah sebagai berikut, biaya pakan untuk 210 ekor itik sebesar Rp.4.320.000 untuk pemeliharaan satu bulan. Penerimaan dari penjualan telur sebesar Rp. 8.379.000 dengan rata-rata telur  yang dihasilkan sekitar 4.410 butir per bulan (tingkat bertelur 70%) dengan harga Rp.1.900 per butir. Biaya yang dikeluarkan mulai day old duck (DOD) atau itik umur 1 hari sampai dengan menghasilkan telur sudah dapat tertutupi dengan keuntungan pada dua bulan pertama. Efisiensi biaya pakan, dan pencegahan penyakit adalah kuncinya.

Model pemeliharaan yang dikembangkan bapak hardi adalah dengan melepas itik setelah umur satu bulan di hamparan lahan rawa. Tujuannya agar itik mampu memenuhi keebutuhan pakannya sendiri. Di lahan, itik yang dilepas akan memakan keong, cacing dan sisa gabah yang telah dipanen. Pada malam hari itik kembali kekandang untuk istirahat dan mendapatkan pakan tambahan dari pemelihara. Dengan demikian pakan dapat dihemat sekaligus mengurangi populasi keong yang menjadi hama untuk tanaman padi. Pada umur enam bulan atau awal bertelur Itik akan dinaikan di kandang panggung (kandang petelur). Pakan yang diberikan adalah campuran pakan komersial dan pakan lokal. Pakan lokal yang melimpah di daerah rawa lebak Hulu Sungai Utara adalah tanaman paya. Tanaman paya ini tumbuh subur dengan sendirinya di lahan rawa. Namun seyogyanya, tanaman ini perlu dibudidayakan mengingat tingginya tingkat penebangan.

itik umur 3 mingguitik umur 3 minggu

Kandang panggung selain berfungsi sebagai kendang yang nyaman dan tidak tergenang, kandang panggung juga memiliki manfaat lain yaitu kandang selalu dalam keadaan bersih karena kotoran langsung jatuh ke bawah. Pemberian jamu ternak juga turut meningkatkan kesehatan dan produksi telur.  Itik yang diberikan jamu ternak terbukti lebih tahan terhadap penyakit. Pada periode bertelur yang kedua (setelah luruh bulu) itik yang diberikan jamu produksi telurnya masih bertahan tinggi produksinya.

 

Kontributor naskah dan gambar: Sholih Nugroho Hadi

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com