Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com


BPTP Kalimantan Selatan Selenggarakan Temu Teknis Penyuluh di Kabupaten Tanah Laut PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 09 April 2019 21:16

Selasa (9/4/2019), BPTP Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut menyelenggarakan temu teknis penyuluh di Kebun Percobaan BPTP yang terletak di Desa Telaga, Kecamatan  Pelaihari, Tanah Laut. Temu teknis penyuluh kali ini mengambil pokok materi “Teknologi Budidaya Bawang Merah dan Produk Olahannya dan Teknologi Pembuatan Biourin”. Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari penyuluh PNS, THL dan swadaya hadir mengikuti temu teknis. Mereka adalah penyuluh yang mendampingi program pengembangan budidaya bawang merah di Tanah Laut.

Bawang merah adalah salah satu komoditas penyumbang inflasi sehingga perlu perhatian yang lebih. Selama ini Tanah Laut masih menggantungkan pasokan bawang merah dari pulau Jawa. Kedepan Tanah Laut harus menjadi supplier bawang merah ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Ir. Akhmad Mustahdi,MM. Namun untuk mencapai tujuan tersebut perlu proses 1-2 tahun. Seperti halnya jagung dapat mencapai produksi yang luar biasa seperti saat ini memerlukan waktu tidak kurang dari 15 tahun.  Lebih lanjut disampaikan bahwa resiko kegagalan pengembangan bawang merah cukup tinggi terutama serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). namun jika para petani dan penyuluh dapat mengatasi permasalahan, maka hasilnya pun akan luar biasa. Penyediaan bibit juga menjadi masalah, karena kebiasaan setelah panen dijual semuanya tanpa disisakan untuk bibit. Keperluan bibit (umbi) mencapai 1 ton/ ha. Sehingga untuk pengembangan bawang merah 1 ha diperlukan modal tidak kuraang dari 50 juta.

Tahun ini Tanah Laut memprogramkan pengembangan bawang merah seuas 30 ha. Kepala Dinas dengan sangat tegas memperingatkan agar banatuan bibit (umbi) harus ditanam dan jangan sampai ada yang masuk ke dapur (sebagai bumbu). Apabila terjadi yang demikian, kelompok yang bersangkutan akan dikenakan black list.

Senada dengan kepala dinas, Ir. Noor Amali yang mewakili kepala BPTP Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa BPTP mempunyai visi sebagai Lembaga penyedia teknologi pertanian. BPTP Kalimanatan Selatan telah mengkaji bahwa Pengembangan bawang merah dapat dilakaukan berbagai tipe agroekosistem. Keperluan bibit (umbi) yang mencapai 1 ton/ ha dapat digantikan dengan benih yang hanya 7,5 kg/ha.

Peserta temu teknis sangat antusias menyimak materi yang disampaikan narasumber. Dalam sesi diskusi terungkap bahwa permasalahan utama budidaya bawang merah adalah pengendalian OPT terutama ulat grayak. Teknologi lain yang diperlukan adalaah teknologi pascapanen dan pengolahan.

 

Materi temu teknis dapat di download dilink bawah ini

1. Teknologi Budidaya Bawang Merah

2. Teknologi pengolahan bawang merah

3. Teknologi pembatan biourin

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com