BIMTEK PENGEMBANGAN HORTIKULTURA DI LAHAN RAWA #SERASI Cetak
Oleh Administrator   
Senin, 19 Agustus 2019 14:48

 

Bimtek hortikultura di denfarm serasi jejangkitBimtek hortikultura di denfarm serasi jejangkit

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura mengadakan bimbingan teknis dalam rangka mendukung kegiatan #Serasi yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan, di Kabupaten Barito Kuala, Desa Jejangkit Muara, Kamis (14/8/2019) dan disambut baik oleh petani.
Bimtek diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari petani, penyuluh lapangan, peneliti dari BPTP Kalsel, dan petugas pendamping inovasi teknologi Badang Litbang dalam program #Serasi dari Kementan.Bimtek dilaksanakan dengan pemberian materi di posko #Serasi dilanjutkan dengan praktek langsung di lokasi demfarm #Serasi.

Acara yang dilaksanakan satu hari dibuka oleh kabid PE Puslitbanghorti Dr Yudi Sastro. Turut hadir dalam kegiatan bimtek ini Kepala Balai Penelitian Lahan rawa (Balittra) yang diwakili oleh Dr. M. Muchlis serta kepala BPP Jejangkit Edi Rahmaidi. Materi bimtek #Serasi mengenai budidaya tanaman sayuran khususnya budidaya cabai merah disampaikan oleh Mathias Prathama peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) dan dilanjutkan materi teknologi penanaman jeruk oleh Setiono, teknisi dari Balai Penelitian Tananam Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Malang.

Kegiatan bimtek pengembangan hortikultura di lahan Rawa #Serasi bertujuan memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan bagi petani terhadap komofitas hortikultura yang akan ditanam.

Berdasarkan hasil diskusi dan pengisian kuesioner oleh petani, diperoleh jenis tanaman yang rencananya akan ditanam di lokasi denfarm #Serasi adalah tanaman cabai rawit, cabai besar, buncis tegak dan jeruk sementara untuk di lahan pekarangan akan ditanam sayuran seperti bayam, kangkung dan sawi.

Diakhir kegiatan bimtek, peserta pelatihan melaksanakan praktek langsung cara budidaya jeruk di lahan rawa sekaligus penerapan teknologi dalam budidaya jeruk yaitu pemberian 1 Kg pupuk kandang + 2 Kg dolomit per lubang tanam jeruk, pemotongan akar serabut yang bengkok, perempelan daun sebelum di tanam untuk mengurangi transpirasi, penanaman bibit tepat pada perbatasan akar dan batang dan cukup di tekan menggunakan 10 jari untuk mengurangi kompaksi tanah, serta pemberian mulsa yang berasal dari tanaman purun tikus disekeliling tanaman dengan jarak 5-10 cm dari batang tanaman yang bertujuan untuk mempertahankan kelembaban tanah dan cara mempertahankan kualitas bibit jeruk sebelum ditanam yaitu dengan mencelupakan akar tanaman ada lumpur untuk mengkondisikan akar tanaman sebelum ditanam langsung.

Kontributor naskah: Puspita Harum Maharani, M.Sc dan Lelya Pramudyani, M.P