TIGA KUNCI PENGEMBANGAN LAHAN RAWA Cetak
Oleh Administrator   
Selasa, 23 Juli 2019 13:39

Sesi  foto bersama peserta FGD tata kelola infrastruktur rawaSesi foto bersama peserta FGD tata kelola infrastruktur rawaDidepan peserta FGD tata kelola infrastruktur pertanian II yang dilaksanakan Balitra 23 juli 2019, Staf ahli infrastruktur pertanian Prof. Dedy Nursyamsi memaparkan kunci keberhasilan pengelolaan rawa.

Pertama adalah benahi dulu tata airnya.Tata kelola air artinya benahi infrastrukturnya yang mencakup tata air makro dan mikro. Penataan saluran air primer, sekunder, tersier, saluran cacing, gorong-gorong, tanggul dan pintu air menjadi sangat penting.

Kunci kedua adalah teknologi pertanian. Teknologi pertanian rawa meliputi teknologi penciptaan varietas adaptif (Inpara), pupuk organik dan hayati, pengendalian OPT, teknologi ameliorasi dan teknologi mekanisasi.
Kunci ketiga adalah eksekutor itu sendiri (Petani Rawa). Tahun 2019, petani rawa menjadi primadona. Tahun ini pemerintah melalui kegiatan selamatkan rawa sejahterakan petani (#Serasi) telah menggelontorkan anggaran pengembangan rawa secara massif di beberapa provinsi di Indonesia dengan taget 500 ribu hektar.

Tujuan pelaksanaan FGD ini adalah untuk merumuskan strategi pengelolaan rawa dan untuk mengetahui progres kegiatan #Serasi. Semoga kegiatan FGD ini menghasilkan rumusan sebagai rekomendasi dalam pelaksanaan program pengembangan rawa di Indonesia.

materi-materi FGD dapat diunduh di link bawah ini

1. Kegiatan bimbingan teknis serasi balai besar penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan pertanian

2. Dukungan penelitian dan pengembangan pertanian lahan rawa terhadap program serasi

3. Pengelolaan infrastruktur dan tata air di lahan rawa lebak dan pasang surut