MERINTIS SENTRA PEMBIBITAN ITIK DI DEMFARM #Serasi Cetak
Oleh Administrator   
Kamis, 01 Agustus 2019 09:06

Itik master yang akan dikembangkan di dennfarm serasi Barito KualaItik master yang akan dikembangkan di dennfarm serasi Barito Kuala

Kekayaan potensi lahan rawa tidak hanya terpusat pada komoditas tanaman pangan. Potensi lain yang sangat potensial dikembangkan adalah komoditas ternak terutama itik. Terlebih, Kalimantan Selatan mempunyai plasma nutfah itik, yaitu Itik Alabio.

Mendorong pengembangan komoditas itik, Tim Demplot Peternakan #Serasi melaksanakan Focus Group Disscussion (FGD) Desa Jejangkit Muara. Desa Jejangkit Muara Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala merupakan lokasi penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) XVIII Tahun 2018 yang lalu.

Focus Group Discussion (FGD) melibatkan calon petani koperator sebanyak 15 orang petani. Dalam diskusi tersebut dibahas rencana penyaluran bibit itik day old duck (DOD) sebanyak 500 ekor yang terdiri dari Alabimaster Agrinak Betina sebanyak 450 ekor dan 50 ekor  jantan. Pakan dan obat-obatan akan disediakan selama lima bulan sampai Desember 2019. Selanjutnya diharapkan kegiatan agribisnis bisa berjalan secara mandiri. Pendampingan teknologi akan dilakukan oleh Balitnak, BPTP Kalimantan Selatan, dan Dinas Peternakan Prov. Kalsel dan Kab. Batola.

Menurut penyuluh setempat, Khusairi, S.P, pengelolaan itik oleh petani secara perorangan di Desa Jejangkit Muara sulit untuk mencapai keberhasilan dan kebelanjutan. Penyuluh menyarankan agar pengelolaan pembibitan itik ini dilakukan secara berkelompok dan terkonsentrasi dalam satu kandang. Pengelolaannya nanti dilaksanakan oleh kelompok usaha bersama (KUB).

Tim peneliti itik untuk kegiatan serasi di KalselTim peneliti itik untuk kegiatan serasi di Kalsel

Peneliti Balitnak, Dr. Maijon Purba menyatakan kegiatan pengembangan itik dimulai tahun 2019 dan berlanjut sampai tahun 2021. Pada akhir kegiatan diharapkan lokasi serasi sudah menjadi sentra penghasil bibit itik Alabio yang berkualitas baik. Beberapa permasalahan yang terungkap pada saat FGD ini antara lain : 1). Rata-rata pengalaman petani dalam beternak itik masih rendah bahkan belum pernah memelihara itik, 2). Keterbatasan pengetahuan petani tentang pakan lokal. Petani masih menggantungkan dari pakan jadi yang harganya relatif mahal m. Berdasarkan hasil FGD tersebut, direkomendaaikan untuk mengintroduksikan teknologi pembuatan pakan itik yang murah dan berkualitas.

Kontributor Naskah: Dr. A. Subhan.

 

LAST_UPDATED2