DISEMINASI TEKNOLOGI JARWO SUPER DI LAHAN RAWA MELALUI DEMPLOT Cetak
Oleh Administrator   
Jumat, 16 Agustus 2019 16:29

Tampilan inpari 32Tampilan inpari 32Kegiatan pendampingan pengembangan kawasan pertanian nasional tanaman pangan di Kalimantan Selatan dilaksanakan di Desa Karang Buah dan Desa Murung Keramat, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan ini dilakukan dengan melaksanakan diseminasi teknologi salah satunya dengan membuat demonstrasi plot (demplot) di lahan seluas 1 ha. Teknologi yang diperagakan adalah teknologi Jarwo Super (Jajar Legowo Super). Lokasi Demplot dengan agroekosistem kategori lahan pasang surut tipe B, Sulfat Masam Potensial dan penanaman dilakukan pada Mei 2019. Komponen teknologi yang diperkenalkan antara lain: 1) Varietas Inpara 2, Inpari 32 Inpari 34 dan Inpari 40; 2) aplikasi Mikroba Dekomposer (M-Dec), Pupuk Hayati (Agrimeth), Kapur 1 Ton/Ha, Petroganik 500 Kg/Ha, Ponska 350 Kg/Ha, Sp36 50 Kg/Ha; 3) Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Rencana Panen Akan dilaksanakan di minggu ke 2-3 bulan Agustus.

Menurut peneliti BPTP Kalsel yang merupakan penanggung jawab kegiatan ini Ir. Rina DirgahayuNingsih, M.Si, Performa tanaman Varietas inpari 32, 34 dan 40 menunjukkan pertumbuhan tanaman yang tidak kalah bagusnya dengan varietas inpara 2 yang memang untuk lahan pasang surut masam. Dengan tanam 2 batang per rumpun, menghasilkan rata-rata 13 anakan. Dilihat dari jumlah gabah per malai dan jumlah anakan, perkiraan hasil yang akan diperoleh tidak kurang dari 5 ton/ha gabah kering panen.

Teknologi jarwo super diharapkan dapat terdesiminasi di lokasi dan sekitarnya dengan didukung petani yang kooperatif, dan ketepatan waktu tanam. Akan tetapi penerapan teknologi jarwo super di lahan rawa perlu penyesuaian karena tidak semua mesin dapat berjalan dengan baik di lahan rawa sebagai contoh transplanter indo jarwo tidak bisa digunakan karena seringkali roda tidak berputar karena tanah terlalu licin.

Kontributor Naskah: Shintaa Anggreany, M.Si