JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kepala Balai : Jadikan Peristiwa Isra' Mi'raj sebagai Momentum untuk Bertransformasi

Kepala BPTP Balitbangtan Kalimantan Selatan Dr. Muhammad Amin, M.Si mengajak seluruh pegawai di unit kerjanya untuk menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum untuk bertransformasi baik secara spiritual maupun sosial.

Hal itu disampaikan Kepala Balai saat memberi arahan pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah yang berlangsung di Gedung Serba Guna BPTP Balitbangtan Kalimantan Selatan, Selasa (01/03/2022). “Dengan bertransformasi secara spiritual kita menaati risalah yang diperoleh oleh Nabi Muhammad SAW dengan ketaatan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Transformasi sosial adalah terkait dengan perubahan pada diri kita agar tetap berubah sebagai ASN harus lebih disiplin dan produktif agar bemanfaat bagi seluruh ummat,” terang Kepala Balai.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini mengusung tema “Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan untuk Membentuk Pribadi yang Berakhlaqul Karimah”. Acara ini diikuti oleh seluruh pegawai dan siswa magang di BPTP Balitbangtan Kalimantan Selatan baik secara daring maupun luring.

Acara ini diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh H. Fakhrin Noor. Adapun narasumber yang diundang pada acara ini adalah Ustadz H. Jam’an HD, S.Ag dari Kementerian Agama Kota Banjarbaru.

Ustadz H. Jam’an HD, S.Ag dalam uraian hikmah menyampaikan oleh-oleh terbesar yang diperoleh Nabi Muhammad SAW dari perjalanan Isra’ Mi’raj adalah sholat lima waktu, di mana sholat lima waktu merupakan kewajiban dan memiliki makna penting dalam kehidupan umat islam. Diterangkan juga olehnya bahwa pentingnya sholat sebagai obat bagi umat muslim, di mana selama menjalankan sholat dengan baik, benar dan tepat waktu, bagaimana pun terpuruknya manusia pasti akan diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Begitu juga sebaliknya jika meninggalkan sholat, Allah SWT akan berikan kesulitan dan kesempitan dalam menjalani kehidupan.”Terutama dalam masa pandemi covid-19 saat ini, doa menjadi salah satu kekuatan utama yang dapat dilaksanakan dalam inadah sholat,” jelasnya.

Ditambahkan juga bahwa perintah ibadah sholat lima waktu tidak cukup dengan ayat, namun Nabi Muhammad SAW ditunjukkan langsung oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Dalam sholat tercipta kesholehan ritual yaitu dalam hubungan langsung manusia dengan Allah SWT melalui ibadah, namun hal ini akan sia-sia jika tidak diikuti dengan kesholehan sosial yaitu kehidupan bersosial bersama masyarakat dengan baik. Ustadz Jam’an juga menghimbau agar untuk selalu mengingat Allah SWT dan melaksanakan sholat dengan baik dan benar, insya Allah akan diberikan yang terbaik oleh-Nya.

Pin It