JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bayam Brazil : Berhasil lengkapi pangan keluarga

BANJARBARU (07/03/2022) --- Bayam Brazil (Althernanthera sissoo) merupakan tanaman sayuran yang berasal dari Brazil, Amerika Selatan. Di dunia internasional, sayur ini akrab disebut Brazillian Spinach. Di negara asalnya, umumnya tanaman ini dimakan mentah sebagai salad. Tanaman bayam ini memiliki kandungan protein yang tinggi dan juga kandungan vitamin dan mineral. Bayam brazil diketahui berkhasiat dapat mencegah penyakit kanker, menjaga kesehatan mata, menjadi sumber vitamin K dan juga dapat menguatkan tulang.
 
Sebagai unit diseminasi teknologi pertanian, tanaman bayam brazil ini dapat dijumpai di IP2TP Banjarbaru. Lelya Pramudyani, SP, MP peneliti BPTP Balitbangtan Kalimantan Selatan, sebelumnya telah melaksanakan pengkajian sederhana mengenai budidaya bayam brazil dengan media tanam campuran limbah jamu dan pupuk kandang. Menurutnya, bayam brazil yang ditanam dengan campuran media limbah jamu dan pupuk kandang ini hasilnya tidak berbeda jauh dengan media tanam pupuk kandang saja. “Penggunaan limbah jamu ini sebagai bentuk pemanfaatan limbah sebagai media tanam, dan keunggulan bagi tanamannya adalah terhindar dari serangan hama tanaman (siput, semut, ulat, dan belalang) sehingga tanaman aman dikonsumsi secara langsung (mentah),” jelas peneliti budidaya pertanian ini.
 
Budidaya bayam brazil pun tergolong mudah. Sebagai tanaman sayuran, tanaman ini cocok untuk dijadikan sebagai tanaman di pekarangan rumah khususnya bagi masyarakat perkotaan karena tidak memerlukan tempat yang luas dan perawatan yang mudah. Dilansir dari beberapa sumber, bayam brazil ini dapat dipanen pada usia 40 – 45 hari setelah disemai. Bayam brazil yang sudah besar dapat dijadikan bibit dengan cara diperbanyak melalui stek batang. Perbanyakan tanaman bayam dengan stek batang panen dapat dipanen pada umur 30 hari. Hanya dengan menanam sekali kita dapat panen berkali – kali.
 
Begitu mudah dan praktis bukan…
Pin It