JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Panen Raya Jagung Hibrida STJ-URI di Kalimantan Selatan

Panen Raya Jagung Hibrida STJ-URI oleh Wakil Gubernur Kalsel dan Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian.

Jagung Hibrida Silang Tiga Jalur - Untuk Rakyat Indonesia (STJ-URI) adalah salah satu jagung hibrida yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Badan Litbang Pertanian melalui Balitsereal Maros, telah melepas sebanyak 17 varietas jagung hibrida, salah satunya jagung STJ yang dilepas sejak tahun 2001, dengan potensi hasil berkisar 9,0 - 13,5 t/ha.

Salah satu daerah sentra produksi jagung di Kalimantan Selatan adalah Kabupaten Tanah Laut, yang berkonstribusi sekitar 70 persen terhadap produksi jagung Kalsel. Di Kabupaten Tanah Laut, sebagian besar petani menanam jagung hibrida yang benihnya disediakan oleh swasta dengan harga yang cukup tinggi. Dari segi ketersediaan benih, petani terbantu dengan adanya pasokan dari produsen benih swasta tersebut, namun tentu saja petani juga mengharapkan harga benih jagung hibrida yang terjangkau.

Peluang peningkatan produksi jagung di Kalimantan Selatan sangat terbuka, dengan ketersediaan lahan potensial lebih dari 250.000 ha dan berkembangnya industri pakan ternak berbahan baku jagung, sehingga kedepan ketersediaan benih unggul bermutu dengan harga yang terjangkau petani akan sangat diperlukan.

Oleh karena itu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan, bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Maros dan Balai Pengkajian dan Pengembangan Pertanian Terpadu (BP3T) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan penanaman jagung hibrida STJ-URI di kawasan lahan BP3T pada tahun 2013 seluas 11 hektar. Hasil penanaman tersebut, ternyata mampu mencapai 9 t/ha. Tentu saja hasil ini merupakan berita gembira bagi Pemerintah Daerah dan petani jagung di Kalimantan Selatan. Untuk mensosialisasikan keberhasilan tersebut, maka BPTP Kalsel bersama BP3T menggelar acara Panen Raya Jagung Hibrida STJ-URI. 

Acara Panen Raya bertempat di sekitar lahan pertanaman jagung STJ-URI, yang merupakan lahan pengkajian di kawasan BP3T yang berada di Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut. Acara diawali dengan sambutan Kepala Badan Litbang Daerah Kalimantan Selatan, sebagai ketua panitia penyelenggara, yang menyampaikan bahwa tujuan panen raya adalah untuk memperkenalkan atau mensosialisasikan jagung varietas unggul baru secara luas kepada petani se-Kalimantan Selatan. Oleh karenanya, peserta yang diundang untuk menghadiri acara hari ini sebagian besar adalah petani jagung dari Kabupaten Tanah Laut serta perwakilan petani dari seluruh Kalimantan Selatan.

Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, yang diwakili oleh Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSE-KP) Prof. Dr. Handewi P. Salim, menyampaikan bahwa jika teknologi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian diterapkan dengan baik dan benar maka hasil yang akan diperoleh juga baik. Hal tersebut terlihat dari hasil panen jagung pada panen raya hari ini seluas 11 hektar dengan produktivitas mencapai 9 t/ha. Keberhasilan ini juga merupakan bukti adanya kerjasama yang baik antar instansi terkait, khususnya Badan Litbang Pertanian melalui BPTP Kalsel dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui BP3T, sehingga teknologi yang dihasilkan benar-benar menunjukkan kinerja yang tinggi. Kepala Badan Litbang Pertanian selanjutnya mengharapkan agar kerjasama dan sinerji yang baik ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan, sehingga kemandirian pangan dan energi dapat diwujudkan.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan menyatakan bahwa hari ini merupakan hari bersejarah bagi Kalimantan Selatan dengan adanya panen raya jagung hibrida yang ditanam dengan hasil tinggi di tanah Kalsel dan belum disebarkan secara luas ke wilayah lainnya. Menurut Wakil Gubernur, jika petani menanam jagung hibrida dengan hasil 9 t/ha bahkan mencapai 12 t/ha, tentu saja akan meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya petani jagung. Wagub juga menyatakan kegiatan hari ini sebagai salah satu wujud nyata terjadinya transfer ilmu pengetahuan (iptek) dari Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian ke Pemerintah Daerah. Selanjutnya, tugas Pemda lah untuk memperkenalkannya kepada masyarakat secara luas. Hal tersebut mengingat tingginya jumlah rumah tangga petani di Kalsel (sekitar 433 rumah tangga petani dari keseluruhan 980 rumah tangga), yang menunjukkan bahwa sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap roda perekonomian di Kalimantan Selatan sehingga pemerintah daerah terus berusaha meningkatkan produksi sektor pertanian. Menutup sambutan, Wagub menyampaikan harapan kiranya hasil-hasil penelitian Badan Litbang Pertanian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Kalimantan Selatan. (admin)

Pin It