JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Gelar Teknologi Kedelai di Lahan Pasang Surut

BPTP Kalimantan Selatan pada tahun 2013 melaksanakan kajian teknologi budidaya kedelai di lahan pasang surut Kabupaten Barito Kuala. Kajian pada lahan seluas 3 Ha, menggunakan 2 perlakuan yaitu penggunaan amelioran kapur dolomit dengan dosis 0,5 - 2,0 t/ha dan 4 varietas kedelai yaitu Argomulyo, Anjasmoro, Burangrang dan Grobogan. Sebelum tanam telah dilakukan pengelolaan air sistem draenase dangkal.

Kajian yang dilaksanakan di lahan petani dan melibatkan petani serta petugas lapang secara aktif tersebut mendapat sambutan yang sangat baik, dari petani pelaksana, petani sekitar dan pemerinrah daerah. Ketertarikan awalnya terutama pada ukuran benih yang besar dan pertumbuhan awal yang baik. Seiring berjalannya waktu, petani mulai melihat peran saluran air (kemalir) yang dibuat disekeliling lahan pertanaman. Saluran tersebut mampu melindungi lahan dari genangan air yang lama dan mengganggu pertumbuhan tanaman, yang biasanya terjadi setelah hujan. Saluran tersebut juga berperan mendistribusikan air ke seluruh hamparan pertanaman kedelai sehingga dapat mempertahankan ketersediaan/kelembaban air lahan yang mendukung pertumbuhan tanaman. Hasil pengamatan hingga tanaman berumur 7 minggu menunjukkan pertumbuhan yang baik, dengan jumlah polong mencapai 83 polong dan tinggi tanaman 82 cm. 

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) memberikan respon yang baik terhadap kajian ini. Sekretaris Daerah Batola selanjutnya menyelenggarakan Gelar Teknologi Kedelai di Lahan Pasang Surut pada tanggal 25 Juni 2013 yang dihadiri oleh Dinas Pertanian TPH, Bakorluh dan instansi terkait tingkat Provinsi, Dinas terkait se-Kabupaten Batola, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Balittra, Peneliti dan Penyuluh BPTP Kalsel, BPP dan mantri tani se-Kabupaten Batola, pengamatan hama dan pengawas benih wilayah Kab. Batola.

Pemda Batola sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian TPH Kabupaten Batola, menyampaikan dukungan atas dilaksanakan kajian teknologi kedelai di lahan pasang surut dan melihat perkembangan tanaman di lapangan yang baik telah memberikan harapan terhadap upaya peningkatan produksi kedelai. Pemda Batola selanjutnya akan mengembangkan usahatani kedelaia, dengan membuka lokasi penanaman baru, yang pada tahun 2013 ini setidaknya akan dilakukan penanaman 75 ha di lahan pasang surut. Oleh karena itu, diharapkan adanya pendampingan dari BPTP Kalsel sejak tahap awal kegiatan.

Kepala BPTP Kalimantan Selatan, Dr. Muhammad Yasin menyambut baik usaha pengembangan kedelai di Batola dan akan mendampingi melalui peneliti dan penyuluh yang kompeten.Dr. Muhammad Yasin menyampaikan bahwa Badan Litbang Pertanian memiliki banyak inovasi teknologi yang memungkinkan diterapkan oleh petani, diantaranya yang disaksikan hari ini mengenai teknologi kedelai di lahan pasang surut. Pada kesempatan Gelar Teknologi, selain menyampaikan komponen teknologi kedelai, BPTP kalsel juga menyerahkan buku teknologi budidaya kedelai kepada Dinas Pertanian TPH Kab. Batola dan seluruh undangan yang hadir. Diharapkan petani kedelai dapat meningkatkan produksinya melalui penenrapan teknologi yang sesuai (admin-agus hasbi)

Pin It