JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Temu Lapang Pendampingan SL-PTT Padi Kab. Hulu Sungai Tengah

Padi varietas unggul baru yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian, telah dikenal dan ditanam oleh petani di Kalimantan Selatan, diantaranya di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Beberapa varietas unggul yang telah berkembang di wilayah ini adalah Ciherang, Mekongga, Inpari 8 dan Inpari 9.

Dikenal dan menyebarnya padi varietas unggul di Haruyan, salah satunya karena peran aktif instansi terkait di daerah tersebut yaitu BPP Haruyan dan kelompok tani (poktan) Bumbuhak. BPP Haruyan secara aktif melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani dan poktan di wilayahnya, salah satunya poktan Bumbuhak. Poktan Bumbuhak yang pada awalnya menjalankan usaha kelompok seperti poktan umumnya, yaitu menanam padi untuk tujuan konsumsi, saat ini telah berkembang menjadi kelompok penangkar benih. Poktan Bumbuhak yang terbentuk sejak tahun 1979 tersebut, telah memiliki anggota sebanyak 43 orang dan memiliki hamparan sawah sekitar 44 hektar.

BPTP Kalimantan Selatan telah lama bekerja sama dengan poktan Bumbuhak, terutama dalam pengujian galur dan uji adaptasi varietas unggul padi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian. Kerjasama ini juga yang mendorong dikenal dan tersebarnya varietas unggul baru padi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, khususnya Kecamatan Haruyan.

Jika dalam kerjasama pengujian beberapa tahun sebelumnya dilakukan pada hamparan yang sempit yaitu 1-2 hektar, maka pada tahun 2013 ini diperluas pada hamparan 5 hektar (demfarm). Seluruh saprodi yang digunakan dalam kegiatan ini dibiayai dari anggaran pendampingan SL-PTT BPTP Kalimantan Selatan. Varietas yang diuji terdiri atas Inpari 10 (2 ha), Inpari 11 (2 ha) dan Inpari 17 (1 ha), yang pelaksanaannya sepenuhnya menerapkan pendekatan PTT yang meliputi teknologi dasar yaitu (i) penggunaan varietas unggul, (ii) benih bermutu dan berlabel, (iii) pemberian bahan organik, (iv) pengaturan populasi tanaman secara optimum, (v) pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah, (vi) pengendalian OPT dengan pendekatan PHT.

Poktan Bumbuhak juga menerapkan teknologi pilihan, diantaranya (i) pengolahan tanah sesuai musim, (ii) penggunaan bibit muda (± 15 hari setelah semai), (iii) satu tanaman per lubang tanam, (iv) pengairan secara efektif dan efisien, (v) penyiangan sesuai kondisi gulma dan lahan, (vi) panen tepat waktu dan gabah segera dirontok.

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang baik di lapang, memberikan kegembiraan dan harapan bagi petani dan pemerintah daerah (pemda), sehingga pemda memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Untuk itu, Bupati Hulu Sungai Tengah berkenan hadir dan memberikan sambutan pada acara Temu Lapang Display Varietas Unggul Baru Pada Kegiatan Pendampingan SL-PTT Padi. Pada acara tersebut, ketua poktan Bumbuhak menyampaikan secara lengkap mengenai kegiatan yang dilakukan bekerjasama dengan BPTP Kalsel kepada Bupati HST.

Keragaan varietas unggul baru yang ditanam sebagai berikut : (i) Inpari 10, tinggi rata-rata 112 cm, jumlah anakan produktif  rata-rata 17,8, panjang malai rata-rata 29,9 cm, jumlah gabah per malai 131,7 butir dengan persentase gabah isi mencapai 90,96%; (ii) Inpari 11 dan 17 memiliki tampilan yang sama yaitu tinggi tanaman 102 cm, jumlah anakan produktif  rata-rata 16, panjang malai rata-rata 23,8 cm, jumlah gabah per malai 115,8 butir dengan persentase gabah isi mencapai 90,50%.  Pada kesempatan tersebut, Bupati HST melakukan panen perdana Inpari 17 dan hasil ubinan diperoleh gabah sebanyak 5,2 kg atau setara dengan 8,52 ton per hektar GKG. Hasil tersebut tentu saja memberikan harapan terhadap upaya pemda meningkatkan produksi padi.

Haruyan dikenal sebagai kawasan irigasi teknis yang paling baik di Kalimantan Selatan. Daerah ini juga merupakan kawasan pertanian yang paling intensif, dimana pertanaman di lahan sawah telah mencapai IP-300, dengan pola tanam padi-padi-palawija. Penggunaan bahan organik melalui pengembalian jerami ke sawah serta pemberian pupuk kandang dirasakan memberikan manfaat yang berarti terhadap produktivitas lahan yang diusahakan. Namun demikian, penyediaan bahan organik dari pupuk kandang masih cukup sulit karena belum berkembangnya ternak sapi di daerah ini. Ke depan diharapkan adanya integrasi antara tanaman padi dengan ternak sapi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan penyediaan pupuk kandang.

Poktan Bumbuhak juga telah mengembangkan usaha pelayanan jasa alsintan, yang didukung dengan tersedianya sarana/fasilitas seperti traktor, paddy mower, gudang dan lantai jemur. Untuk pengembangan usaha, poktan masih mengalami kesulitas karena belum memadainya jalan usahatani. (admin – AGH)

Pin It