JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SERAI DAPUR (Cymbopogon Citratus) Kaya Manfaat, Gampang Budidayanya, dan Bernilai Ekonomi

Gaya hidup masyarakat kembali ke alam (back to nature) saat ini semakin meningkat sejalan dengan kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif (bahaya) yang ditimbulkan oleh bahan kimia yang terkandung dalam bahan makanan dan obat-obatan. Masyarakat Indonesia kembali menggali dan memanfaatkan obat-obat tradisional untuk meningkatkan kesehatan tubuh, baik sebagai bahan penyembuhan, pencegahan penyakit, atau sebagai bahan untuk peningkatan daya tahan tubuh terutama di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Berbagai jenis tanaman di berbagai daerah di Indonesia dimanfaatkan masyarakat sebagai obat penyembuh atau meningkatkan daya tahan tubuh berdasarkan pengetahuan lokal atau informasi dari berbagai sumber. Oleh sebab itu berbagai jenis tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan manusia sudah banyak dikembangkan di lahan pekarangan rumah tangga sehingga anggota keluarga mudah memperoleh dan memanfaatkannya. Salah satu jenis tanaman yang mudah dan dapat dibudidayakan di lahan pekarangan dan bermanfaat untuk kesehatan anggota keluarga, serta bernilai ekonomi adalah tanaman “Serai Dapur (Cymbopogon Citratus)”, atau dengan nama lainnya seperti sereh, sere, gulai, sere sayur, serei, dan sebagainya.

Serai dapur merupakan salah satu jenis tanaman rumput-rumputan, berupa tanaman tahunan (parennial) yang hidup secara meliar dan stolonifera (berbatang semu),  membentuk rumpun tebal dengan tinggi mencapai 1 – 2 meter, dan dengan sistem perakaran yang besar (berakar serabut, berimpang pendek, berwarna cokelat muda). Serai dapur termasuk jenis tanaman perdu tinggi dengan tangkai daun yang memanjang, dan beraroma kuat.

Manfaat Serai Dapur Bagi Kesehatan

Serai dapur umumnya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur masakan tertentu atau sebagai pengharum makanan, tetapi sebenarnya air rebusan atau seduhan ataupun minyak serai dari semua bagian tanamannya bermanfaat bagi kesehatan seperti uraian di bawah ini.

Batang:

  • Batang serai bermanfaat sebagai anti oksidan untuk melawan radikal bebas yang merusak sel-sel sehat di tubuh manusia seperti sel kanker secara langsung atau independen untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga daya imun lebih kuat melawan sel kanker tersebut.
  • Sebagai anti mikroba untuk mengobati penyakit infeksi mulut dan gigi berlubang. Menurut hasil studi yang diterbitkan oleh National Institutes of Health (2012), minyak dari tanaman serai memiliki kemampuan antimikroba untuk melawan bakteri Streptococcus mutans.
  • Sebagai anti peradangan dan detoksifikasi tubuh (efek diuretic), sehingga mampu  menguatkan proses metabolisme, membantu menurunkan berat badan, dan meningkatan daya tahan tubuh.
  • Sebagai anti inflamasi untuk mencegah proses peradangan di tubuh manusia, karena serai mengandung citral dan geranial sebagai zat anti-inflamasi.
  • Sebagai aroma terapi untuk mengurangi kecemasan.

Daun:

  • Daun serai bermanfaat mengatasi sakit perut, kram perut, tukak lambung, dan masalah pencernaan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri (esens) dari daun serai dapat membantu melindungi lapisan perut dari kerusakan karena mengkonsumsi obat-obatan kimia.
  • Sebagai obat nyamuk dan pengusir serangga lainnya karena mengandung minyak atsiri (esens) dan sitronela yang tidak disukai oleh nyamuk.
  • Sebagai peluruh angin perut, dan penambah nafsu makan, pengobatan pasca persalinan, penurun panas, dan demam.

Akar:

  • Akar serai bermanfaat sebagai peluruh air seni dan membersihkan tubuh dari kelebihan cairan/peluruh keringat, peluruh dahak, penghangat badan, dan efeknya dapat merangsang lancarnya sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah.
  • Sebagai obat kumur ketika sakit gigi dan sakit gusi (bengkak).

 

Bagi orang yang bermasalah jantung diperingatkan oleh para ahli kesehatan agar tidak mengonsumsi serai, sebab air rebusan batang serai dapat menurunkan detak jantung atau meningkatkan tekanan diastolik yang berbahaya bagi orang berpenyakit jantung.

Cara Membudidayakan Serai Dapur

Tanaman serai dengan segala manfaatnya bagi kesehatan sangat mudah dibudidayakan dan sangat adaptif tumbuh dengan berbagai jenis lahan sehingga cukup mudah jika ditanam di lahan pekarangan rumah tangga atau kebun. Produksi budidaya serai dapur di lahan pekarangan rumah biasanya hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sedangkan budidaya di kebun dalam hamparan yang luas untuk tujuan komersil/ekonomi.

Budidaya Serai di Lahan Pekarangan

Budidaya serai dapur di lahan pekarangan rumah bisa langsung ditanam di lahan atau ditanam dalam pot/polybag/wadah lainnya.

Alat dan bahan:

  • Tanah subur
  • Pupuk kandang
  • Cangkul/parang
  • Bibit serai dapur yang sudah berakar.

Cara tanam langsung di lahan pekarangan:

  • Buat lubang tanam di lahan pekarangan dengan kedalaman 30 cm dan masukkan bibit serai dapur yang berakar secara tegak ke dalam lubang tersebut.
  • Tutup lubang tanam dengan tanah subur dan pupuk kendang dengan perbandingan 2:1.
  • Siram tanaman dengan air sampai permukaan tanah basah.

Cara tanam di polybag/pot/wadah lainnya:

  • Campurkan tanah yang subur dan pupuk kendang dengan perbandingan 2:1 dan  masukkan ke dalam pot/polybag/wadah lainnya.
  • Buat lubang tanam di tengah-tengah media tanam dalam pot/polybag/wadah lainnya  sedalam 10 – 15 cm.
  • Masukkan bibit serai dapur yang sudah berakar ke dalam lubang tanam secara tegak.
  • Tutup kembali lubang tanam dengan campuran tanah subur dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 lalu padatkan.
  • Siram tanaman dengan air sampai permukaan tanah basah.

Pemeliharaan:

Pemeliharaan tanaman serai dapur dengan cara pemupukan dan penyiraman yang sesuai, pembuangan gulma, serta pemangkasan daun. Serai dapur disiram sebanyak 1-2 kali dalam sehari pada musim kemarau supaya daun tidak kering dan layu, sedangkan pada musim hujan disesuaikan dengan keadaan tanah (jika tanah sudah basah akibat hujan, tidak perlu disiram lagi). Pemupukan tanaman serai dilakukan ketika umur serai dapur 4, 8, dan 16 minggu setelah tanam. Jika ada gulma yang tumbuh di sekitar tanaman segera dibersihkan dan daun serai segera dipangkas setelah tanaman berumur 5 – 6 bulan, atau jika daun berubah warnanya menjadi kecoklatan, agar tidak menjadi sumber organisme pengganggu tanaman seperti ulat dan serangga lainnya.

Panen:

Serai dapur lebih mudah dipanen dengan cara mengikat daunnya dari batang yang mau dipanen terlebih dahulu dengan karet atau tali bambu, kemudian daunnya dipotong dan akar dicabut secara keseluruhan. Jika serai dapur dipanen secara berkala, maka produksi umbi serai dapur akan meningkat setiap minggunya.

Budidaya Serai di Lahan Kebun

Hal-hal yang perlu diperhatikan jika serai dapur dibudidayakan untuk tujuan komersial atau pendapatan sebagai berikut:

  1. Syarat tumbuh

Budidaya serai dapur dapat tumbuh dimana saja termasuk pada lahan yang miskin hara, dan pertumbuhan yang optimal pada ketinggian 250 m dpl, curah hujan 1.000 - 1.600 mm/tahun dengan bulan kering 4 - 6 bulan.

  1. Pengolahan tanah

Lahan dibersihkan dan dibuat lubang tanam dengan ukuran 25 x 25 x 25 cm dengan  jarak antar lubang 50 cm – 100 cm, dan lubang tanam tersebut dimasukkan pupuk kompos atau pupuk organik sebanyak 250 gram per lubang tanam.

  1. Persiapan bibit

Bibit serai dapur yang baik harus diambil dari tanaman induk yang sehat, pertumbuhan batang dan daunnya kuat, dan sudah berumur 1 tahun dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar. Potong bagian daun dan akar yang terlalu panjang, sisakan lembaran daun 5 cm dari pangkal daun tertua. Bibit serai dapur diperlukan sebanyak 40.000 - 50.000 batang per ha.

  1. Cara tanam

Bibit serai dapur dimasukkan ke lubang tanam yang telah diberi kompos sebanyak 1 - 2 batang, kemudian ditutup dengan tanah dan disiram sampai basah.

  1. Pemeliharaan terdiri-dari beberapa kegiatan:
  • Penyulaman dilakukan setelah 2 - 3 minggu setelah tanam jika ada bibit yang layu/mati atau pertumbuhannya terhambat.
  • Penyiangan dilakukan 2 bulan sekali dengan cara mencabut rumput atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman serai, dan bekas siangan dapat digunakan sebagai mulsa pada tanaman sereh.
  • Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyiangan dengan cara mencangkul tanah melingkar mengelilingi rumpun dan tanahnya dibumbunkan ke tanaman serai agar tidak tergenang air, sebab tanaman serai tidak tahan terhadap tanah yang ada genangan air.
  • Pemupukan dilakukan beberapa tahap, pertama pemberian pupuk kompos pada lubang tanaman sebanyak 250 gram/lubang bersamaan dengan pembuatan lubang tanam. Kedua pemupukan susulan diberikan pada saat pembumbunan dengan pupuk phonska dengan dosis tergantung umur tanaman. Serai dapur umur 1 bulan diberi 10 gram/rumpun dan umur 2 bulan diberi 20 gram/rumpun.
  1. Panen

Serai dapur dipanen pada umur 8 bulan setelah tanam dengan cara dibongkar habis.

  1. Pasca panen

Hal yang dilakukan pada saat pascapanen atau sebelum serai dapur dipasarkan sebagai berikut:

  • Serai dapur yang telah dipanen dibersihkan daun dan akarnya dengan cara memotong akar dan m daun yang telah tua dan kering dengan menyisakan daun kurang lebih 5 cm dari ujung batang.
  • Batang serai yang sudah bersih diikat berdasarkan jumlah batang atau ukuran berat (disesuaikan kebutuhan pasar) dan siap dijual.

Teknik budidaya serai dapur dianjuran dengan metode GAP Good Agricultural Practice) agar produksi dan produktivitas meningkat, serta menghasilkan produk yang bermutu dan aman dikonsumsi. Budidaya serai dapur juga harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan mengupayakan lahan produksi yang subur. Perlu diperhatikan bahwa pertumbuhan serai dapur pada musim kemarau agak lambat dibandingkan musim hujan akibat cuaca yang lebih panas sehingga pemeliharaannya harus lebih telaten.

Analisa Usahatani Serai Dapur

Usahatani serai dapur adalah suatu kegiatan menggunakan input produksi untuk menghasilkan serai dapur segar seperti yang dilakukan oleh petani di Wilayah Sukamara Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Beberapa orang petani di tempat ini ada yang memelihara serai dapur di lahan pekarangan rumah atau lahan usahatani (kebun) dengan luas 50 – 1.000 m2.  Ditanam dengan jarak tanam 50 – 100 cm, diberi pupuk kandang 250 gram per lubang tanam. Panen serai dapur dilakukan 8 – 12 bulan setelah tanam.

Serai dapur dijual dalam bentuk segar ke pedagang pengumpul yang datang ke lahan untuk selanjutnya dibawa ke Pasar Bauntung Banjarbaru, Pasar Antasari Banjarmasin, atau ke pasar di Kabupaten Tanah Bumbu.

Analisa usahatani budidaya tanaman serai per musim panen per 100 m2 sebagai berikut:

Komponen

Biaya/ha

(Rp)

Biaya tetap

  • Sewa lahan

Biaya tidak tetap

  • Bibit serai wangi  500 batang
  • Pupuk kandang 125 kg
  • Tenaga kerja 1orang

 

1.000.000

 

50.000

125.000

1.000.000

Produksi 1.700 kg

Harga / kg

 

5.000

Penerimaan

Total biaya

8.500.000

2.175.000

Pendapatan

R/C

6.235.000

3,9

 

Hasil rata-rata produksi serai dapur dengan luas lahan 100 m² sebanyak 1.700 Kg dengan harga jual Rp 5.000/Kg, sehingga nilai hasil produksi sebesar Rp 8.500.000/musim atau per tahun. Total biaya produksi yang dikeluarkan selama semusim atau per tahun sebesar Rp.2.175.000, sehingga pendapatan bersih budidaya serai dapur sebesar Rp 6.235.000/tahun. Nilai R/C ratio adalah 3,9 artinya usaha budidaya serai dapur ini layak diusahakan dan memberi keuntungan yang cukup memuaskan.

Permintaan serai di saat kondisi pandemi Covid-19 menurut informasi petani meningkat sekitar 50 persen meskipun harga jualnya tetap. Tentu saja hal ini membuat minat petani semakin besar untuk menanam serai dapur, baik di lahan kebun maupun di sekeliling rumahnya, sebagai upaya menambah penghasilan rumah tangga.

Sumber:

  • Petani serai di Desa Sukamara Kec.Liang Anggang Kota Banjarbaru.
  • Buku Saku Tanaman Obat Keluarga (TOGA). 2015. Susi Mindarti dan Bebet Nurbaeti. BPTP Jawa Barat.
  • Buku Inventaris Tanaman Obat Indonesia
Pin It