JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PERBANYAKAN BIBIT DURIAN (Durio sp.) DENGAN TEKNIK SAMBUNG PUCUK

Durian merupakan buah asli Indonesia yang bernilai ekonomis yang cukup tinggi. Memiliki rasa dan aroma yang khas, durian disukai oleh berbagai kalangan masyarakat. Disamping itu buahnya kaya akan kalori, vitamin, lemak dan protein. Banyaknya manfaat dari tanaman durian seperti diatas memberikan peluang kepada petani atau masyarakat termasuk para penangkar benih untuk membuat bibit durian yang bermutu dan berkualitas baik.

Penyediaan bibit yang berkualitas merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya durian. Perbanyakan durian dapat dilakukan dengan secara generatif dan dengan cara vegetatif. Teknik perbanyakan secara generatif yaitu dengan menggunakan biji dengan masa panen lama dan tidak seragam (potensi genetik tidak sama). Teknik perbanyakan secara vegetatif yaitu dengan menggunakan organ vegetatif tanaman yang nantinya hasil perbanyakan memiliki sifat yang sama dengan induknya yang unggul (potensi genetik sama) dan masa panen cepat.

Salah satu cara yang digunakan dalam perbanyakan vegetatif adalah dengan sambung pucuk atau grafting. Sambung pucuk atau grafting adalah menggabungkan batang bawah (stock) dengan batang atas (entres) sehingga terbentuk tanaman yang mempunyai sifat perpaduan antara sifat batang bawah dengan sifat batang atas. Perbanyakan dengan teknik Sambung Pucuk pada tanaman Durian memiliki keunggulan diantaranya dapat dilakukan lebih awal, yakni pada semaian batang bawah yang baru berumur dua bulan, dengan tingkat keberhasilan sambungan tinggi yakni sekitar 80% sehingga akan diperoleh bibit bermutu dalam waktu yang singkat, dan dalam jumlah yang dikehendaki. Selain itu mutu genetik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, masa berbuah lebih cepat, perakaran yang lebih kuat, ukuran tanaman lebih pendek.

Langkah-langkah yang tepat dalam melakukan sambung pucuk agar pohon durian cepat berbuah adalah seperti berikut:

 

  1. Siapkan bibit durian yang tumbuh dari biji untuk batang bawah. Bagian atas bibit akan dipotong (pisau atau silet) hingga tersisa sekitar 10-20 cm dari permukaan tanah.
  2. Setelah pemotongan selesai, perlu dilakukan pembelahan batang bawah secara vertikal. Pembelahan dilakukan sepanjang 1-2 cm sehingga terlihat menjadi dua bagian.
  3. Siapkan batang atas atau pucuk yang diambil dari pohon durian yang sudah pernah berbuah. Pucuk yang digunakan sebaiknya mempunyai ukuran yang tidak jauh berbeda dengan batang bawah. Perlu dipastikan bahwa pucuk atau entres durian ini cukup tua dan memiliki mata tunas.
  4. Potong daun yang ada pada entres durian dengan menyisakan sedikit bagian daun. Daun ini berfungsi untuk menyangga plastik pembungkus. Potong juga batang entres hingga hanya menyisakan satu atau dua mata tunas saja.
  5. Berikutnya, perlu dilakukan penyayatan bagian pangkal entres di sebelah kanan dan kirinya. Sayat sepanjang kurang lebih 1-2 cm sehingga berbentuk seperti biji atau mata kapak. Pada proses ini kebersihan harus perhatikan untuk menjaga kondisi sayatan tetap steril.
  6. Sisipkan bagian entres yang sudah disayat ke antara celah batang bawah. Permukaan sayatan keduanya harus dipastikan bertemu. Proses ini perlu dilakukan secara hati-hati agar sistem jaringan batang atas dan batang bawah tidak rusak.
  7. Setelah pucuk masuk ke batang bawah, diikat dengan tali plastik. Arah pengikatan dilakukan dari bawah ke atas. Lakukan dengan hati-hati, jangan sampai terlalu lemah juga jangan terlalu kencang.
  8. Lakukan penyungkupan dengan menggunakan plastik bening untuk sungkup. Apabila melakukan pembibitan dalam skala besar, dapat dengan menggunakan model sungkup komunal.
  9. Letakkan bibit pada tempat yang teduh dan terlindung dari sinar matahari langsung. Karena kelembaban sambungan harus tetap terjaga. Lakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah.
  10. Simpan tempat tanaman sambung pucuk itu di tempat yang teduh dan terhindar dari hujan atau resiko tersenggol dan lain-lain.
  11. Setelah 10-15 hari bibit sudah hidup dan dapat dibuka.
  12. Setelah itu bibit disiram pupuk organik cair atau dicampur dengan pupuk NPK 1-2 gr/liter air setiap 7-14 hari. Siram air jika media tanam mulai kering.

Bibit durian sambungan dipelihara dibawah naungan paranet 55% untuk mempertahankan kelembaban. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan penyemprotan insektisida  dan fungisida sesuai kebutuhan dengan dosis sesuai dengan anjuran produk yang digunakan. Setelah 3 – 4 bulan dalam perawatan yang intensif bibit siap digunakan sebagai benih sebar.

Pin It