JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Arang Aktif untuk Pengendali Residu Pestisida di Lahan Pertanian

Arang merupakan salah satu bahan alam yang mudah ditemukan. Namun arang bisa memiliki manfaat lebih dari sekedar untuk memasak apabila di olah lebih lanjut. Arang aktif (activated charcoal) merupakan hasil olahan dari arang biasa dengan berbagai perlakuan sehingga arang aktif dapat lebih bermanfaat lagi. Arang aktif adalah karbon atau zat arang yang dihasilkan dari bahan-bahan alami yang diaktifkan dengan cara kimia atau fisika sehingga memiliki daya serap yang tinggi dengan kadar karbon yang beragam. Zat ini biasanya dihasilkan dari tempurung kelapa sawit tua atau serbuk kayu (serbuk gergaji). Beberapa produk arang aktif yang bisa didapatkan di apotek yang digunakan untuk obat-obatan.

Selain untuk obat-obatan arang aktif juga dapat membantu mengendalikan residu pada tanah akibat penggunaan pestisida berlebih khususnya di lahan pertanian. Arang aktif juga dapat meningkatkan nilai pH (pada tanah masam) dan sebaliknya dapat menurunkan pH pada tanah basa, penjernih asap cair dan limbah yang berwarna serta dapat menjadi teknologi pelapis pada pupuk urea akar tidak mudah menguap. Hasil penelitian Asep Nugraha A dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian menemukan bahwa residu pestisida yang mampu diikat antara lain adalah golongan organoklorin (linden, aldrin, dieldrin, heptaklor, DDT dan endosulfan) serta golongan organofosfat (kloroirifos) di tanah sehingga tidak terbawa aliran sungai. Selain itu dapat meningkatkan populasi mikroba yang bermanfaat. Arang aktif juga dapat menjadi habitat yang baik untuk mikroba yang berperan untuk penguraian senyawa residu pestisida yang terjerap di dalam arang aktif.

Teknologi pengendalian residu ini sangat bermanfaat untuk membantu mengembalikan kondisi alami tanah yang telah bertahun-tahun menggunakan pestisida. Apabila teknologi ini dikembangkan pada lahan yang tercemar residu pestisida ataupun lahan tambang maka dapat meminimalisir tingkat residu dan meningkatkan kualitas tanah serta air di sekitar tanah. Dewasa ini arang aktif sering kali dijadikan bahan untuk mengembalikan kondisi tanah dan lingkungan sekitar tanah yang memiliki tingkat residu bahan kimia cukup tinggi.

Arang aktif ternyata dapat dihasilkan dari limbah-limbah pertanian seperti sekam, tempurung kelapa, tandan kosong sawit, bonggol jagung. Proses pengaktifan tersebut dilakukan dengan cara merendam zat arang dalam bahan-bahan kimia tertentu. Kemudian arang aktif dapat diolah dan dikemas. Berikut tahapan membuat arang aktif:

  1. 1. Bersihkan tempurung kelapa dari bahan-bahan lain yang menempel, keringkan dibawah sinar matahari
  2. 2. Bakar tempurung kelapa pada tengki pirolisis (tangki yang terbuat dari stainless steel) selama 6-8 jam
  3. 3. Arang hasil pembakaran di rendam dengan bahan kimia CaC12 atau ZnCl2 kadar 25% selama 12 sampai 18 jam untuk menjadi arang aktif.
  4. 4. Selanjutnya cuci dengan air suling/air bersih hingga kotoran atau bahan ikatan dapat dipahkan.
  5. 5. Hamparkan dan tiriskan diatas rak dengan suhu kamar
  6. 6. Keringkan dalam ovan pada suhu 110-500­­­­0C selama 3 jam
  7. 7. Tumbuk arang aktif hingga sebesar ukuran gula pasir atau dengan ukuran 1x1 cm2
  8. 8. Arang aktif siap dianalisis kualitasnya.

Kontributor Naskah: Shinta Anggreany, M.Si

Sumber :

Jamilatun S dan Setyawan M. 2014. Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Kelapa dan Aplikasinya untuk Penernih Asap Cair. Jurnal Spektrum Industri. Vol. 12 (1). Hal 73-83.

Mulyandari RSH. 2018. 600 Teknologi Inovastif Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.

Pari G, Santoso A dan Hendra D. 2006. Pembuatan dan Pemanfaatan Arang Aktif sebagai Reduktor Emisi Formaldehida Kayu Lapis. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. Vol 24 (5). Hal 425-436.

Pin It