JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tanaman Hias Menjadi Sahabat Keluarga di Masa Pandemi Covid-19

Semakin banyak orang menghabiskan waktu di rumah selama masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), membuat banyak orang mencoba menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan di rumah atau menumbuhkan hobi baru untuk digeluti bersama keluarga. Salah satu aktivitas atau kegiatan yang cukup banyak digemari dan tumbuh di kala pandemi adalah memelihara tanaman hias. Aktivitas yang digandrungi keluarga terutama oleh ibu-ibu di kala pandemi ini tidak sekedar mempercantik dan membuat pemandangan rumah semakin nyaman dipandang, tetapi juga dapat menghilangkan stress dan mengisi waktu luang. Tanaman hias menjadi sahabat keluarga di masa pandemi.

Bisnis penjualan tanaman hias dan bahan/alat pendukungnya semakin meningkat, hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah penjualan tanaman hias, pupuk, dan pot-pot tanaman di berbagai daerah baik di kawasan perkotaan mau perdesaan. Misalnya, di Kota Banjarbaru sekarang penjualan tanaman hias bermunculan dimana-mana selain yang sudah lama tumbuh dan berkembang. Mereka mengaku mengalami peningkatan penjualan yang cukup signipikan setelah dua bulan pandemi masuk ke Indonesia atau mulai dari bulan awal Mei 2020 hingga sekarang.

Tempat penjualan tanaman hias milik Pak Atmo di Mentaos bisa menjual ratusan tanaman hias per hari, padahal, menurut mba Yuli sebelumnya ia hanya bisa menjual 5 - 30 tanaman saja per hari. Hal yang sama juga terjadi peningkatan pada penjualan pupuk organik di Agrimart BPTP Kalsel, dalam satu minggu terjual 75 - 100 karung yang sebelumnya baru habis terjual dalam satu bulun. Jenis tanaman yang paling banyak dicari dan incaran pencinta tanaman hias menurut Pak Atmo kembali adalah tanaman hias aneka daun, terutama jenis aglonema, begonia, berbagai jenis sansevera, dan aneka keladi. Harga yang ditawarkanpun bervariasi, tergantung dengan jenis dan ukuran tanaman yang diinginkan.

Memelihara tanaman hias tidak hanya sebagai fashion saat ini, tetapi juga  mengalami tren. Tanaman hias yang lagi tren sedang berlangsung harganya bisa jadi sangat tinggi dan akan turun saat tren yang baru muncul atau berikutnya lagi berlangsung. Semakin dicari orang dan langka jenis tanaman hias, biasanya semakin mahal harganya. Misalnya Monstera adansonii atau yang lebih dikenal dengan janda bolong, harga tanaman hias ini dulu terbilang murah, kini meningkat drastis di pasaran. Harganya mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah. Banyak pecinta atau pengoleksi tanaman hias beralih profesi untuk menjual tanaman hias selain tetap mengoleksinya karena bisnis tanaman hias cukup menjanjikan saat ini.

Sejarah Tanaman Hias

Tanaman hias untuk memperindah ruangan dan lingkungan rumah (kususnya lahan pekarangan depan) dilakukan sejak beberapa abad yang lalu, tetapi tanaman hias yang dikembangkan saat itu adalah tanaman hias berbunga dan beraroma sedap untuk pengharum ruangan. Pada abad ke-18, tempat media atau pot tanaman dekoratif yang indah-indah dijadikan tempat untuk memajang tanaman di dalam ruangan menjadi tren di kalangan pecinta tanaman, dan pada abad ini muncul juga tren produksi rak atau lemari khusus untuk memajang pot-pot indah berisi tanaman hias di dalam rumah.

Tren tanaman hias dalam ruangan puncaknya pada abad ke-19, karena orang-orang semakin banyak membudidayakan tanaman tropis dan sub-tropis dan sudah diperjualbelikan antar negara. Budidaya tanaman hias semakin berkembang dan diminati karena pada pertengahan abad ke-19, sudah terbit buku dan majalah petunjuk budidaya tanaman dan penataan ruangan dengan berbagai tanaman hias untuk rumah atau kantor. Tanaman hias yang paling diminati pada abad itu adalah tanaman bunga anggrek di banding tanaman bunga jenis lainnya.

Tren tanaman hias mulai mengalami pergeseran pada awal abad ke-20, karena pada abad ini kehidupan modern juga memengaruhi tren dekorasi rumah maupun kantor. Interior ruangan yang dipenuhi tanaman hias dianggap sudah kuno, hanya tanaman tertentu seperti  kaktus dan sukulen yang masih dipakai untuk hiasan interior rumah atau kantor karena dianggap lebih cocok dengan gaya arsitektur modern. Tanaman hias dalam ruangan kembali menjadi trend pada awal tahun  tahun 1950-an, seiring berkurangnya rumah  yang memiliki lahan pekarangan untuk budidaya tanaman dan mulai banyak orang yang tinggal di apartemen. Selain itu, adanya dekoratif rumah menggunakan tanaman hias sebagai bagian dari dekorasi ruangan semakin populer seperti gaya Skandinavia. Sejak saat itulah kegemaran orang untuk memelihara tanaman hias di dalam ruangan kembali disukai orang  meskipun popularitasnya naik turun.

Perkemangan tanaman hias semakin pesat dengan adanya kemajuan teknologi pertanian dalam menciptakan varietas-varietas bunga yang lebih bagus dan sesuai dengan tipologi lahan, iklim, dan dapat diperbanyak secara cepat untuk pengembangbiakannya seiring dengan perkemangan zaman dan ilmu pengetahuan. Tanaman hias, media tanam, pupuk, dan obat-obatan, serta bahan pendukung lainnya seperti pot dan rak tanaman, telah menjadi bahan perdagangan dan usaha yang menguntungkan.  Usaha tanaman hias yang digeluti seseorang semakin berkembang dan berkelanjutan jika selain sebagai usaha juga  merupakan hobi yang ditekuni, sehingga selain dapat keuntungan (materi) juga dapat kepuasan tersendiri (senang).

Manfaat memelihara tanaman hias

Manfaat memelihara tanaman hias di lingkungan rumah atau kantor secara kontinyu  dan telaten dari segi estitika dan kesehatan sebagai berikut:

  • Tanaman hias sebagai pelengkap dekorasi atau memperindah ruangan (ruang tamu, keluarga, dapur, kamar tidur, makan) dan pekarangan rumah, hotel, atau kantor. Tanaman hias yang diletakkan dalam ruangan dapat membuat suasana ruangan terasa lebih alami dan segar.
  • Tanaman hias sebagai penghasil oksigen dan penyerap karbon dioksida dari lingkungan sekitarnya termasuk menyerap karbon dioksida dari sistem pernapasan manusia.
  • Tanaman hias bisa menjaga suhu ruangan tetap sejuk, sebab tanaman hias mampu melepaskan uap air ke udara sebanyak 30-20 persen sehingga tingkat kelembapan dalam ruangan terjaga.
  • Aktifitas membudidayakan tanaman hias di lingkungan rumah secara rutin mampu membantu meningkatkan ketenangan hati dan menghilangkan stres, serta memberikan efek relaksasi secara menyeluruh bagi penghuninya, termasuk  meningkatan mood yang lebih baik. Tanaman hias yang diletakkan dalam ruangan kantor dapat meningkatkan produktivitas dan konsentrasi pekerja, serta meningkatkan kemampuan fokus seseorang terhadap pekerjaannya.
  • Beberapa jenis tanaman hias bermanfaat sebagai pembersih udara dari racun penyebab berbagai penyakit seperti gangguan pernapasan dan kanker. Contohnya: (1) Tanaman Lili Paris dan Sansevieria atau lidah mertua bisa membantu menghilangkan racun formaldehida dan xylene yang berasal dari cat dinding serta furniture. (2) Tanaman sirih gading yang mampu menghilangkan racun, seperti benzene, xylene, formaldehida, dan karbon monoksida.

Pemilihan media tanam

Media tanam merupakan salah satu komponen penting dalam membudidayakan tanaman hias dan harus sesuai dengan jenis tanaman yang dibudidayakan. Media tanam yang digunakan harus bisa menjaga kelembaban sekitar akar tanaman serta ketersediaan udara dan unsur hara yang diperlukan untuh tumbuh dan kembang tanaman. Media tanam yang dipilih harus disesuaikan dengan jenis dan kebiasaan hidup tanaman hias di alam aslinya dan teknik budidaya tanaman yang diterapkan.

Media tanam yntuk tanaman hias terdiri dua macam: organik dan an organik. Media tanam organik berbahan arang, batang pakis, kotoran ternak, kompos, sabut kelapa, sekam padi, humus, dan moss sedangkan media tanam an organik berbahan gel, pasir, tanah liat, kerikil, pecahan batu bata, spons, perlit dan vermikulit, dan gabus/styrofoam. Berbagai  tanam tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

Tips perawatan tanaman hias

Tanaman hias yang dipelihara di lingkungan rumah atau kantor agar tetap hidup dan tumbuh dengan baik harus dirawat dengan secara telaten dan kontinyu. Berbagai jenis tanaman hias (daun atau bunga) memiliki perlakuan yang berbeda-beda pada saat merawatnya, tetapi pada dasarnya beberapa tips  perawatan tanaman hias sebagai berikut:

  • Tanaman hias harus disiram air sesuai kebutuhan tanaman agar akar tanaman tidak busuk. Penyiraman satu atau dua kali sehari (pagi dan sore) untuk memenuhi kebutuhan air tanaman hias, jika tanaman hias ditanam dalam pot, maka bila air sudah merembes atau keluar dari lubang pot saat menyiram, berarti air yang disiramkan sudah cukup untuk tanaman.

Agar tanaman hias tetap lembab di musim kemarau, dapat dilakukan dengan penyemprotan air ke udara sekitar tanaman, atau memasang alat “pengabut” otomatis yang akan membuat kabut. Cara lainnya adalah dengan membuat air mancur (fountain) di sekitar tanaman hias untuk menjaga kelembaban media tanam dengan jumlah air secukupnya atau  terlalu banyak tetapi dengan frekuensi penyiraman lebih sering.

  • Tanaman hias harus terkena paparan sinar matahari setiap hari sesuai kebutuhan tanamannya untuk proses fotosintesis (mengubah karbon dioksida dan air menjadi energi).
  • Tanaman hias harus diberi pupuk pada awal penanaman dan saat pertumbuhan tanaman untuk mencukupi nutrisi kebutuhan tanaman dan tanaman agar tumbuh sehat dan bagus penampilannya. Pupuk yang digunakan bisa pupuk organik (kompos) atau an organik (NPK).

Komposisi pupuk NPK yang diberikan harus berimbang, bila menggunakan NPK 16:16:16, maka dosis pemakainnya yakni 1 sendok makan/3 liter air. Penyemprotan atau pemberian pupuk NPK yang sudah bercampur air dilakukan 1 kali dalam seminggu. Pupuk disemprotkan ke media tanam dan sisa pupuk dapat disemprotkan ke permukaan bawah daun.

  • Tanaman hias yang ditumbuhi gulma harus dibersihkan secara rutin agar gulma tidak mengambil zat hara untuk pertumbuhan tanaman hias, selian itu harus rajin membersihkan debu pada taun tanaman hias yang diletakkan dalam ruangan agar tidak kusam serta tetap terkihat cantik dan sehat.

Untuk mengkilapkan tanaman hias jenis daun seperti daun “Aglaonema”, bisa menggunakan air sumur, air susu, atau ampas kelapa. Jika menggunakan air sumur, spon yang sangat halus dan bersih dibasahi dengan air sumur yang juga bersih, kemudian dilapkan pada bagian permukaan daun. Sedangkan jika menggunakan air susu, terlebih dahulu susu bubuk dilarutkan dalam air atau menggunakan susu cair, kemudian dengan menggunakan spon bersih, lapkan air susu pada bagian permukaan daun. Air susu  juga bermanfaat sebagai pupuk daun, tetapi dalam pengaplikasiannya harus hati-hati agar air susu tersebut tidak menyebabkan datangnya bakteri perusak tanaman. Untuk mengkilapkan tanaman hias jenis daun jika menggunakan ampas kelapa dengan cara ampas kelapa dibungkus dalam kain tipis yang bersih terlebih dahulu, baru dilapkan ke permukaan daun.

  • Tanaman hias yang sudah rusak (kering, layu) dipotong dengan alat potong yang tajam (gunting atau pisau) agar tidak sampai merusak sel tanaman dan tanaman tetap bisa tumbuh dengan baik, serta mencegah penularan penyakit jika bagian yang rusak tersebut akibat jamur atau parasit. Hama yang menyerang tanaman hias harus sesegranya dibasmi.

Pencegahan terhadap serangan hama ulat dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida sebulan sekali. Untuk mencegah berkembangnya hama (khususnya kutu kebul) pada tanaman hias jenis daun, tanaman disiram dengan air sabun pada awal hama menyerang.

  • Mengganti media tanam yang sudah lama dengan yang baru untuk memperbaharui nutrisi tanaman, dan menganti pot tanaman sesuai umur dan ukuran tanaman. Tanah yang digunakan agar tanaman hias lebih kuat dan sehat pada kondisi pH 5,5 – 7,0.

 

(dari berbagai sumber)

Pin It