JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Irigasi Tetes (Drip Irrigation) Untuk Tanaman Hortikultura

Irigasi tetes merupakan metode irigasi yang digunakan untuk memberikan air dengan jalan meneteskan air melalui selang/drip sepanjang larikan tanaman. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan air sekaligus menghemat air dan pupuk dengan membiarkan air menetes tepat ke akar tanaman melalui permukaan tanah atau langsung ke akar tanaman melalui jaringan pipa atau drip sehingga pemakaian air lebih efisien, mengurangi penggenangan di tempat tertentu dan mengurangi pertumbuhan gulma.

Beberapa manfaat teknologi irigasi tetes untuk tanaman hortikultura adalah:  1) mampu menghemat  air dan pupuk karena langsung diarahkan ke zona perakaran dalam jumlah yang tepat dan pada waktu yang tepat sehingga tanaman hortikultura mendapatkan air dan nutrisi yang diperlukan untuk masa vegetatifnya agar tumbuh optimal ; 2) menghemat waktu karena penyiraman dilakukan secara otomatis dan relatif singkat dibandingkan dengan menyiram secara manual dengan hanya membuka keran air maka air akan mengalir melalui selang-selang yang disepanjang larikan tanaman dan langsung mengarah ke lobang tanaman;  3) penggunaan tenaga kerja untuk penyiraman menjadi berkurang, karena penyiraman dilakukan berbarengan sehingga dalam satu lahan dapat diari menggunakan selang; 4) mengurangi tumbuhnya gulma karena kondisi tanah yang terlalu lembab dan basah karena irigasi tetes ini hanya membasahi daerah perakaran.

Teknologi ini  sangat mudah diaplikasikan karena hanya memerlukan sumber mata air, pipa, selang/drip, drum untuk wadah pupuk, pompa, keran air, dan saringan

Bagaimana cara kerjanya ?

Setelah pengolahan lahan, selang (dripperlines) dipasang di areal lahan, kemudian drip yang lebih kecil (drippers) diarahkan ke larikan tanaman yang langsung mengarah ke lubang tanaman. Setiap dripper ini mengeluarkan tetesan yang mengandung air atau pupuk secara serentak masuk ke zona perakaran masing-masing tanaman. Penyiraman dengan irigasi tetes ini dilakukan setiap pagi hari selama 5-10 menit, sesuai keperluan tanaman masing-masing. Pengaturan jumlah dan pemberian air atau pupuk sangat mendukung keberhasilan pertumbuhan tanaman.

Teknologi irigasi tetes dapat dijadikan teknologi alternatif pada saat musim kemarau, dengan biaya instalasi murah dan peralatan mudah didapat sehingga petani diharapkan dapat memanfaatkan teknologi ini.

Pin It