JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KONSENTRAT Pakan Tambahan Bergizi Untuk Sapi

Petani gotong royong membuat konsentratIbarat manusia yang selalu berusaha untuk memenuhi gizinya, ternak pun memiliki kebutuhan yang sama akan gizi. Sapi memerlukan nutrisi yang cukup dari segi jumlah maupun mutu. Secara garis besar, sapi memerlukan pakan yang mengandung energi dan protein. Sebagai hewan yang mempunyai perut jamak (ruminansia), sapi juga memerlukan pakan yang mengandung serat kasar. Sapi dan ternak ruminansia pada umumnya mempunyai kemampuan untuk merubah pakan berserat menjadi sumber energi dan protein. Selain itu sapi juga memerlukan vitamin dan mineral dalam jumlah yang sedikit.

Petani pada umumnya hanya memberikan rumput dan jerami sebagai pakan utama untuk sapi. Sebagai akibatnya, produktivitas sapi (pertambahan bobot sapi harian dan peningkatan kelahiran pedet) menjadi rendah. Jerami dan rumput hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup pokok (maintenance) sapi. Oleh karena itu, penggunaan konsentrat untuk mensuplai gizi yang cukup untuk sapi sangat direkomendasikan. Berangkat dari permasalahan di atas, BPTP Kalimantan Selatan dan Prodi Peternakan Fakultas Pertanian ULM pada hari Selasa (2/9/2019) mengadakan penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan konsentrat yang dilaksanakan di Kelompok Budidaya, Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 anggota kelompok tani dan dihadiri oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Tanah Laut dan PPL Desa Pulau Sari.

Bahan-bahan yang digunakan untuk menyusun Konsentrat disesuaikan dengan potensi wilayah. Desa Pulau Sari merupakan penghasil jagung pakan sehingga penggunaan limbah jagung sebagai bahan utama penyusun konsentrat. Bahan bahan yang digunakan antara lain: 1) tepung janggel jagung 45%; 2) tumpi jagung 22%; 3) bungkil inti sawit 24%; 4) urea 3%; 5) garam 1%; 6) molases 1%; 7) mineral mix 4%. Konsentrat dengan komposisi di atas mengandung PK 15%, TDN 59% dengan tingkat harga Rp.1250 per kg.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menimbang bahan-bahan yang diperlukan. Kemudian mencampur bahan-bahan yang sudah ditimbang sesuai komposisi yang sudah diformulasi. Pencampuran bahan dapat dilakukan secara manual atau dengan mixer (mekanisasi). Apabila pencampuran secara manual, bahan yang terbanyak dihampar paling bawah, sedangkan yang paling sedikit diletakan paling atas. Setelah itu dicampur dengan membalik minimal dua kali. Ambil segenggam  campuran untuk melihat apakah bahan sudah tercampur dengan sempurna. Langkah terakhir, konsentrat yang sudah tercampur sempurna dimasukan dalam karung untuk disimpan.

Pemberian konsentrat untuk sapi potong sekitar 1-1.5 % dari bobot badan. Waktu yang direkomendasikan untuk pemberian konsentrat adalah pagi hari. Tujuannya adalah untuk meningkatkan aktivitas mikroba di rumen. Sehingga kemampuan mikroba rumen untuk mencerna pakan berserat pada siang dan malam akan meningkat. Sedangkan pemberian hijauan dan jerami adalah pada waktu siang dan sore hari.

 

Kontributor Naskah dan Gambar: Sholih Nugroho Hadi, SST., M.Sc

Pin It