JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknik Pembuatan Silase Untuk Ternak Ruminansia

Silase jerami

Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba).    Untuk meningkatkan produksi diperlukan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya. Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput‐ rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan.

 

Permasalahan Kekurangan Pakan Ternak

Salahsatu faktor penghambat penyediaan pakan ternak ruminansia adalah karena adanya perubahan fungsi lahan dari padang penggembalaan ternak menjadi lahan pemukiman, lahan tanaman pangan dan tanaman industri.  Sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia semakin berkurang.  Secara umum ketersediaan hijauan pakan ternak juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah. Untuk mengatasi permasalahan diatas perlu dilakukan teknologi pembuatan pakan berbasis sumberdaya lokal dengan memanfaatkan limbah pertanian yang cukup melimpah.

Pemanfaatan Limbah Pertanian

Jenis limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak yang mudah didapatkan di perdesaan adalah jerami jagung, jerami kedelai, pelepah/daun sawit dll. Dan yang terbanyak di setiap daerah adalah limbah pertanian berupa  jerami padi.  Namun penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai nutrisi yang rendah karena kandungan protein rendah sekitar 3‐5%, serat kasar tinggi serta kecernaan rendah karena mengandung lignin 6‐7 % dan silikat 13%, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk meningkatkan protein dan daya cernanya.

 

Teknologi Pakan  Selase Jerami Padi

Dengan membuat silase yang bahan dasarnya  jerami padi dengan menambahkan bekatul, mikrobia / EM4 dan molasses, sehingga berguna untuk membantu menaikkan kadar protein bahan pakan, meningkatkan konsumsi pakan dan merangsang nafsu makan ternak.

Silase adalah pakan yang telah diawetkan yang diproses dari bahan baku yang berupa tanaman hijauan/jerami dengan jumlah kadar atau kandungan air pada tingkat tertentu kemudian dimasukkan dalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara, yang biasa disebut dengan silo selama kurang lebih tiga minggu.   Didalam silo tersebut akan terjadi beberapa proses anaerob , dimana bakteri asam laktat akan mengkonsumsi zat gula yang terdapat pada bahan baku, sehingga terjadi proses fermentasi.   Silase yang terbentuk karena proses fermentasi ini dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama tanpa banyak mengurangi kandungan nutrisi dari bahan bakunya.

Cara Membuat Silase

Bahan :

1.      Jerami  30 kg

2.      Bekatul  3 kg (10% dari 30 kg jerami)

3.      Molases  500 ml

4.      EM4  20 ml (2 tutup botol)

5.      Air secukupnya

Alat Yang Digunakan :

1.      Timbangan

2.      Ember

3.      Drum plastic untuk silo atau kantong plastic

4.      Alas plastik

Cara Membuat :

1.      Menimbang semua bahan yang diperlukan

2.      Menghamparkan jerami diatas lantai yang bersih

3.      Mencampur EM4 dan molasis, kemudian memercikkan pada jerami secara merata

4.      Menaburkan bekatul pada jerami secara merata

5.      Menambahkan air jika tingkat kebasahan campuran kurang dan belum merata

6.      Mengaduk/mencampur semua bahan secara merata dengan membolabalikkan jerami

7.      Memasukkan hasil campuran ke dalam drum (silo) sedikit demi sedikit, sambil dipadatkan, agar udara yang ada dalam drum dapat dikurangi atau dihilangkan sama sekali.

8.      Setelah semua bahan campuran dimasukkan, maka silo di tutup serapat mungkin, agar tidak ada udara yang masuk dan proses secara anaerob berjalan dengan baik.

9.      Melakukan fermentasi selama 3  minggu

10.      Setelah 1 minggu, membuka silo dan mengeluarkan hasil silase jerami padi kemudian diangin‐anginkan sebelum diberikan kepada ternak

Ciri-ciri  Silase Yang sudah Jadi

-  Jika dicium, silase yang baik baunya akan asam dan agak wangi

-  Tekstur tebon lembut

-  Tidak tercium bau busuk

-  Tidak ditumbuhi Jamur

-  Apabila dirasa akan sedikit asam dan manis

 

# Disarikan dari berbagai sumber#

Pin It