JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kenyang, Tidak Harus Beras

Sagu yang diolah menjadi jenang saguDalam sebuah perjalanan pagi menuju lokasi kegiatan, kami singgah sarapan ke sebuah warung. Banyak menu tersedia dari berbagai jenis kuliner dari bermacam asal bahan pangan. Dari sekian banyak pilihan, yang paling menarik perhatian adalah bubur sagu yang di Kalimantan Selatan lebih akrab dikenal dengan sebutan rendang. Ternyata selain kemasan yang menarik, rasanya pun sangat enak dan mengenyangkan.

Dengan mengkonsumsi pangan non beras meskipun hanya beberapa waktu, sebagai contoh sebagai menu sarapan atau dalam jangka waktu tertentu (3 hari sekali dst), tentu akan memberikan kontribusi terhadap ketergantungan terhadap beras. Kalau kebiasaan ini dilakukan secara kolektif, berapa ton kebutuhan beras yang dapat dihemat. Penganekaragaman sumber bahan pangan pokok yang demikian kemudian populer dengan sebutan diversifikasi pangan. Semakin beranekaragam sumber pangan kita (pangan sumber daya lokal) akan berdampak positif terhadap ketahanan pangan bangsa.

Selain beras, masih banyak sumber pangan yang belum dimanfaatkan optimal sebagai bahan pangan. Dari jenis umbi-umbian kita mengenal ubi jalar, ubi kayu, gadung, ganyong dan sebagainya. Di beberapa daerah  juga melimpah dengan sagu. Dan masih banyak lagi potensi bahan pangan yang belum digali. Sumber pangan non beras ini akan menjadi pangan yang lezat, bergizi dan menarik dengan teknologi pascapanen yang tepat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statitik (BPS), tingkat konsumsi beras per kapita kita menunjukkan angka yang sangat tinggi. Pada tahun 2017, konsumsi beras Indonesia sebesar 114,6 kg per kapita per tahun, jauh di atas konsumsi penduduk konsumen beras dunia yang rata-rata hanya 60 kg per kapita per tahun.

Pin It