JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Hidroponik: Budidaya Sederhana, Sayuran Bebas Pestisida.

Ingin mengkonsumsi Selada segar, sehat dan bebas pestisida sekaligus menambah uang belanja? Bisa. Hidroponik jawabannya. Tuntutan gaya hidup dan pola gizi yang sehat membuat budidaya secara hidroponik cukup diminati, terutama bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam tetapi tidak punya lahan. Hidroponik merupakan sistem budidaya dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah serta menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Ada beberapa jenis sistem hidroponik yang sudah kita kenal seperti sistem wick, sistem NFT (Nutrient Film Technique), kultur air, water flow, penetesan air, dan sistem aeroponik.

Di area Tagrinov BPTP Kalimantan Selatan tak ketinggalan turut mengembangkan hidroponik dengan sistem NFT. Sistem ini tidak menggunakan media tanam apapun. Nutrisi diperoleh langsung dari air yang telah dicampur dengan pupuk. Akar tanaman langsung bersentuhan dengan nutrisi pupuk dengan bantuan kain flanel. Berbagai jenis sayuran dapat dibudidayakan menggunakan sistem ini, salah satunya adalah Selada.

Selada merupakan sayuran yang cukup digemari, khususnya bagi pecinta lalapan dan pengusaha kebab. Sayuran daun ini cukup mudah dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik. Selain itu dapat dipanen pada umur 20-30 hari sejak pindah tanam atau 40-50 hari setelah semai. Budidaya selada secara hidroponik dianggap lebih segar dan sehat karena dibudidayakan tanpa pestisida. Selain untuk hobi, hidroponik juga dapat memberikan tambahan penghasilan, tergantung jenis dan jumlah sayuran yang ditanam. Selada hidroponik mempunyai harga yang menjanjikan dan dapat dijual dengan harga Rp 35.000/kg.

Pin It