JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BUDIDAYA SAYURAN LOKAL (INDIGENOUS) SEBAGAI SUMBER PANGAN KELUARGA

Tanaman labuPada kondisi pandemi Covid-19 di seluruh dunia termasuk di Kalimantan Selatan, menuntut semua orang untuk meningkatkan sistem imun tubuh dan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Protokol kesehatan tersebut diantaranya semua orang harus sebisa mungkin untuk mengurangi kontak fisik dengan orang lain dan menghindari kerumunan. Hal ini menuntut orang untuk banyak berdiam atau beraktifitas di rumah, dan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kejenuhan banyak diam di rumah adalah beraktifitas di lahan pekarangan rumah atau mengoptimalkan lahan pekarangan dengan membudidayakan tanaman yang bermanfaat bagi kecukupan gizi anggota keluarga, salah satunya membudidayakan aneka tanaman sayuran lokal (indigenous). Sebab sayuran merupakan sumber esensial vitamin dan mineral untuk nutrisi anggota keluarga, dan jika mengkonsumsi sayuran yang beragam terutama sayur lokal akan dapat meningkatkan nutrisi mereka, terutama bagi ibu menyusui dan anak-anak. Tak terkecuali Kementerian Pertanian meminta masyarakat untuk mengkonsumsi produk sayur-sayuran lokal karena produksinya melimpah dan mudah diperoleh.

Sayuran lokal merupakan sayuran asli daerah yang telah banyak diusahakan dan dikonsumsi sejak zaman dahulu atau sayuran introduksi yang telah berkembang lama dan dikenal masyarakat di suatu daerah tertentu (Suryadi dan Kusmanto, 2004). Sayuran lokal sebagai sumber pangan banyak mengandung zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas. Kandungan nutrisi yang beragam dalam sayuran lokal seperti vitamin A, B, C, kalium, besi, protein, dan senyawa antioksidan mengindikasikan bahwa budidaya dan konsumsi sayuran membantu dalam menghadapi malnutrisi seseorang.

Sayuran lokal (indigenous) merupakan bagian dari mega keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan dengan hutan hujan tropiknya memiliki sumberdaya genetik sayuran lokal yang cukup beragam dan berpotensi sebagai sumber pangan keluarga. Pengetahuan tradisional dalam memanfaatkan tumbuhan lokal sebagai sayuran diwariskan secara turum-temurun dari generasi ke generasi. Sayuran lokal tersebut ada yang langsung diambil dari alam dan ada juga yang dibudidayakan untuk perbanyakannya, selanjutnya sayuran yang telah dipanen tersebut bisa diolah untuk konsumsi sendiri atau diperjualbelikan.

Tempat penjualan sayuran lokal ada di pasar-pasar tradisional di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, tetapi menurut informasi pedagang sayur, jenis dan jumlahnya mulai berkurang, seiring dengan perkembangan zaman, diperkirakan akibat alih fungsi lahan sebagai habitatnya, dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Hal ini sebagai indikasi bahwa upaya konservasi genetik sayuran lokal perlu dilakukan melalui kegiatan budidaya pertanian. Apalagi sayuran lokal dari aspek budidaya lebih mudah beradaptasi dengan kondisi alam atau lebih tahan terhadap hama penyakit dibandingkan dengan sayuran non lokal. Selain itu sudah beradaftasi di daerah Kalimantan Selatan sehingga dapat tumbuh dengan baik pada kondisi lingkungan kita, sehingga sangat cocok untuk dibudidayakan di lahan pekarangan rumah tangga terutama bagi keluarga yang belum terbiasa membudidayakan tanaman.

Jenis Sayuran Lokal (Indigenous) Kalimantan Selatan

Hasil observasi dan informasi dari 20 orang responden (pedagang sayur) tentang jenis sayuran lokal di salah satu pasar tradisional di Kalimantan Selatan (Pasar Keramat Kota Barabai) teridentifikasi 40 jenis tanaman yang dikonsumsi masyarakat sebagai sayuran lokal (bahan pangan) dan diperjualbelikan di pasar tersebut. Secara rinci seperti terlihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Sayuran lokal (indigenous) di Kalimantan Selatan

No

Nama lokal

Nama Indonesia

Tempat hidup

Bagian yang dikonsumsi

Keter-

sediaan

1.

Tarung kacukak

Terung pipit

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

2.

Tarung hintalu

Terung bulat putih

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

3.

Tarung

Terung besar

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

4.

Tarung asam

Terung asem

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

5.

Balinjan

Tomat kecil

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

6.

Lombok rawit

Cabai rawit

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

7.

Lombok tiung

Caplak

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

8.

Ubi Alabio

Uwi

Darat/tanah

Umbi

Sepanjang tahun

9.

Kaladi langkat

Mbote

Darat/tanah

Umbi

Sepanjang tahun

10.

Kaladi

Talas

Darat/tanah

Umbi, batang, daun muda, akar

Sepanjang tahun

11.

Gumbili layap

Ubi jalar

Darat/tanah

Umbi, daun muda

Sepanjang tahun

12.

Gumbili kayu

Ubi kayu/singkong

Darat/tanah

Umbi, daun muda

Sepanjang tahun

13.

Cangkuk manis

Katuk

Darat/tanah

Daun muda

Sepanjang tahun

14.

Waluh Juai

Labu kuning

Darat/tanah

Buah, batang, daun muda

Sepanjang tahun

15.

Waluh putih

Labu

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

16.

Bilungka

Timun

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

17.

Tilambung

Pare belut

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

18.

Papari

Pare

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

19.

Kacang panjang

Kacang panjang

Darat/tanah

Buah, daun

Sepanjang tahun

20.

Kacang belimbing

Kecipir

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

21.

Karawila

Gambas

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

22.

Tanding

Teratai

Air

Bunga

Sepanjang tahun

23.

Kasusupan

Putri malu air

Air

Daun, batang, daun

Sepanjang tahun

24.

Ginjir

Genjer

Air

Daun, batang, buah

Sepanjang tahun

25.

Kalakai

Pakis

Air

Daun

Sepanjang tahun

26.

Kangkung

Kangkung air

Air

Daun, batang

Sepanjang tahun

27.

Bayam

Bayam

Darat/tanah

Batang, daun

Sepanjang tahun

28.

Sayur

Sawi

Darat/tanah

Daun

Sepanjang tahun

29.

Tigarun

 

Tigarun

Darat/tanah

Bunga

Musiman

30.

Humbut

Umbut kelapa

Darat/tanah

Bakal batang+daun

Sepanjang tahun

31.

Rabung

Bambu muda

Darat/tanah

Bakal batang

Sepanjang tahun

32.

Kalangkala

 

Kalangkala

Darat/tanah

Buah

Musiman

33.

Tiwadak muda

Cempedak muda

Darat/tanah

Buah

Musiman

34.

Jaring

Jengkol

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

35.

Petai

Petai

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

36.

Nangka anum

Nangka muda

Darat/tanah

Buah muda

Sepanjang tahun

37.

Pisang anum

Pisang Muda

Darat/tanah

Buah muda, jantung

Sepanjang tahun

38.

Kastela

Pepaya

Darat/tanah

Buah muda, daun

Sepanjang tahun

39.

Pisang anum

Pisang Muda

Darat/tanah

Buah muda, jantung

Sepanjang tahun

40.

Kastela

Pepaya

Darat/tanah

Buah muda, daun

Sepanjang tahun

 

Dari tabel tersebut terlihat bahwa sayuran lokal tersebut umumnya tersedia sepanjang tahun dan habitatnya di darat dan diair. Sayuran-sayuran lokal tersebut dapat tumbuh merambat/melilit, batang/semak, perdu, atau pohon. Berbagai jenis sayuran lokal tidak semuanya bisa dibudidayakan di lahan pekarangan rumah karena ada yang dalam bentuk pohon besar seperti kalangkala, jengkol, petai dan lain-lain. Pilihan jenia tanaman sayuran yang dibudidayakan di lahan pekarangan selain kebutuhan dan kondisi lahan, juga tergantung pada luas lahan pekarangan rumah tangga. Semakin sempit luas lahan pekarangan semakin sedikit jumlah dan jenis tanaman sayuran yang bisa dibudidayakan, sedangankan sayuran yang hidup di air seperti kangkung air, putri malu air (kasusupan), genjer (ginjir), teratai (tanding), dan pakis (kalakai) dapat dibudidayakan di lahan pekarangan asalkan ada lahan yang berair.

Budidaya Sayuran Lokal (Indigenous) di Lahan Pekarangan Rumah

Sayuran lokal (indigenous) di Kalimantan Selatan yang dapat dikembangkan dilahan pekarangan rumah ukuran luas, sedang atau sempit seperti tercantum pada Tabel 2.

Tabel 2. Sayuran lokal (indigenous) di Kalimantan Selatan yang dapat dikembangkan di lahan pekarangan rumah ukuran luas, sedang atau sempit

 

No

Nama lokal

Nama Indonesia

Tempat hidup

Bagian yang dikonsumsi

Keter-

sediaan

1.

Tarung kacukak

Terung pipit

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

2.

Tarung hintalu

Terung bulat putih

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

3.

Tarung

Terung besar

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

4.

Tarung asam

Terung asem

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

5.

Balinjan

Tomat kecil

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

6.

Lombok rawit

Cabai rawit

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

7.

Lombok tiung

Caplak

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

8.

Ubi Alabio

Uwi

Darat/tanah

Umbi

Sepanjang tahun

9.

Kaladi langkat

Mbote

Darat/tanah

Umbi

Sepanjang tahun

10.

Kaladi

Talas

Darat/tanah

Umbi, batang, daun muda, akar

Sepanjang tahun

11.

Gumbili layap

Ubi jalar

Darat/tanah

Umbi, daun muda

Sepanjang tahun

12.

Gumbili kayu

Ubi kayu/singkong

Darat/tanah

Umbi, daun muda

Sepanjang tahun

13.

Cangkuk manis

Katuk

Darat/tanah

Daun muda

Sepanjang tahun

14.

Waluh Juai

Labu kuning

Darat/tanah

Buah, batang, daun muda

Sepanjang tahun

15.

Waluh putih

Labu

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

16.

Bilungka

Timun

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

17.

Tilambung

Pare belut

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

18.

Papari

Pare

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

19.

Kacang panjang

Kacang panjang

Darat/tanah

Buah, daun

Sepanjang tahun

20.

Kacang belimbing

Kecipir

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

21.

Karawila

Gambas

Darat/tanah

Buah

Sepanjang tahun

22.

Bayam

Bayam

Darat/tanah

Batang, daun

Sepanjang tahun

23.

Sayur

Sawi

Darat/tanah

Daun

Sepanjang tahun

24.

Kasusupan

Putri malu air

Air

Daun, batang, daun

Sepanjang tahun

25.

Ginjir

Genjer

Air

Daun, batang, buah

Sepanjang tahun

26.

Kangkung

Kangkung air

Air

Daun, batang

Sepanjang tahun

 

Bagian tanaman sayuran lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan atau bagain tanaman yang dimakan pada bagian bunga, daun, batang,  akar, buah tua/muda, bakal batang dan bakal daun, tunas muda, benih/kecambah. akar. Tanaman sayuran lokal Kalimantan Selatan tersebut sebelum dikonsumsi umumnya diolah terlebih dahulu minimal diasinkan (diacar) terlebih dahulu seperti bunga tigarun.

Untuk membudidayakan tanaman sayuran lokal di lahan pekarangan rumah dapat diperbanyak dengan biji/benih, stek batang, atau umbi. Perbanyakan dengan menggunakan biji/benih seperti cabe rawit (lombok rawit), caplak (lombok tiung), bayam, tomat (balinjan), sawi (sayur), terung pipit (tarung kacukak), pepaya (kestela), timun (bilungka), dan lain-lain selanjutnya menjadi bibit untuk dipelihara atau ditanam langsung di lahan atau di pot/polybag/wadah lainnya. Perbanyakan dengan menggunakan stek (vegetatif) seperti daun katuk, daun singkong, kangkung air, putri malu air (kasusupan).

Membudidayakan sayuran lokal di lahan pekarangan rumah tangga selain membantu memperkuat keamanan pangan dan kecukupan gizi secara berkelanjutan, juga dapat mengurangi biaya ekonomi sehari-hari untuk membeli sayuran, dan pelestarian sumber keragaman hayati daerah Kalimantan Selatan. Pembudidayaan dan pemanfaatan sayuran lokal tersebut harus dilestarikan agar kepopolerannya tidak terkalahkan oleh sayur-sayuran pendatang yang bukan berasala dari Indonesia tetapi telah dikenal di masayarakat seperti buncis, kembang kol, kol/kubis, selada, dan wortel.

Cara perbanyakan benih/bibit tanaman sayuran lokal sekaligus pelastariannya tergantung pada cara perbanyakan (vegetatif/stek atau biji/benih) dapat dilakukan sendiri secara berkelanjutan. Perbanyakan tanaman sayuran lokal yang diperbanyak secara vegetatif dilestarikan dengan membudidayakannya di lahan pekarangan, sedangkan untuk perbanyakan dengan biji/benih dengan mengambilnya dari buah yang sehat atau benar-benar masak, selanjutnya membersihkan biji tanaman dari lendirnya, menjemur hingga kering, dan dimasukkan dalam wadah tertutup dengan menyimpan di kulkas. Jika ingin membudidayakan atau ditumbuhkan kembali tinggal mengambil benih, kemudian ditaburkan di lahan atau menyemainya terlebih dahulu selanjutnya dipindah ke tempat budidaya sesuai kondisi tanaman dan luas lahan pekarangan.

Lombok tiungTanaman katu

Sumber:

Suryadi & Kusmana. (2004). Mengenal sayuran indijenes, monografi no.25. Bandung: Balai Penelitian Tanaman Sayur.

Qomariah, R., S.Lesmayati, Y.Pribadi. Keragaman Sayuran Lokal (Indigenous) di Pasar Keramat Kota Barabai–Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian. Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Kering untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Barabai, 22 Desember 2019. Badan Peneleitian dan Pengembangan Pertanian.Kementerian Pertanian.

Pin It