JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Menggembirakan, Hasil Panen Bawang Merah di Lahan Pasang Surut

Serangkaian Kegiatan Hilirisasi Teknologi Bawang Merah di Kalimantan Selatan yang merupakan kerjasama BPTP Kalimantan Selatan dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura  (TPH) Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Pertanian TPH Kabupaten Barito Kuala telah digelar di Desa Danau Karya, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala Senin (12/07).

 

Acara diawali dengan panen bersama bawang merah Varietas Bauji di lahan rawa pasang surut seluas 0,3 Ha dengan ubinan mencapai 32,5 ton/Ha bobot basah atau setara 9,75 ton/Ha bobot kering, suatu hasil yang menggembirakan. Inovasi teknologi yang diperkenalkan adalah aplikasi pupuk hayati Gliocompost yang merupakan produk Badan Litbang Pertanian.  Gliocompost  terdiri dari 4 agen hayati yaitu Gliocaladium, Bacillus, Azotobacter dan Azosfirillum. Gliocompost ini berfungsi untuk mengendalikan serangan patogen tular tanah, membantu pelarutan fosfat dan penyediaan N.

Pemanfaatan Gliocompost ini dapat menjawab beberapa permasalahan budidaya bawang merah di lahan pasang surut seperti (1) Air dan tanah masam yang berakibat fosfat sulit diserap tanaman. Dengan adanya bakteri bacillus membantu tanamam mendapatkan fosfat; (2) Tingginya serangan patogen tular tanah khususnya dari cendawan sehingga diperlukan kondisi yang mendukung tanaman untuk bisa bertahan dan tumbuh dengan baik; (3) Naik turunnya air pasang yang merugikan perakaran bawang merah karena dapat menyebabkan busuk akar sehingga diperlukan upaya untuk mendukung pertumbuhan tanaman bawang merah secara ramah lingkungan. Secara keseluruhan Kalimantan Selatan mempunyai curah hujan dan kelembaban yang cukup tinggi (2000 mm/tahun). Kondisi ini merugikan pertumbuhan bawang merah sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi hal tersebut. Penggunaan Gliocompost dapat mengendalikan antraknosa pada bawang merah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Ir. Syamsir Rahman, M.S mengucapkan terimakasih kepada BPTP Kalsel yang telah mendampingi petani memberikan teknologi untuk mengembangkan bawang merah di Kabupaten Batola. Diharapkan petani dapat menghasilkan benih bawang merah yang mampu memenuhi permintaan petani bawang khususnya untuk wilayah Kalimantan Selatan. Kepala BPTP Kalimantan Selatan, Dr. Muhammad Amin, M.Si menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kolaborasi yang sangat baik dari Pemerintahan Provinsi, Kabupaten dan para petani. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan inovasi teknologi yang diintroduksikan dapat  berkembang secara masif di Kabupaten Barito Kuala dan Kalimantan Selatan secara umum “Diharapkan Desa Danau Karya bisa menjadi sentra perbenihan bawang merah di Kalimantan Selatan”. Selanjutnya Kepala Dinas TPH Provinsi Kalimantan Selatan dan Kepala BPTP  Kalimantan Selatan menyerahkan bantuan berupa Gliocompost dan Buku Panduan Produksi Bawang Merah Asal Biji kepada ketua Gapoktan.

Rangkaian acara terakhir kegiatan ini adalah Bimtek Pengendalian OPT dan Pascapanen Bawang Merah di Lahan Pasang Surut Kalsel. Materi pertama disampaikan oleh POPT dari BPP Anjir Pasar (Ajiansyah, S.P ) tentang pengendalian hama dan penyakit bawang merah dan bagaimana cara pengendalian yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan musuh alami serta pestisida nabati. Ketua Gapoktan (Muhammad Sugiannur) berkesempatan berbagi pengalaman menanam bawang merah di lokasi bimtek. Materi selanjutnya tentang pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng, acar bawang dan pasta bawang disampaikan oleh peneliti BPTP Kalimantan Selatan (Susi Lesmayati M.Si).

Melalui serangkaian kegiatan hilirisasi hasil litkaji Balitbangtan ini diharapkan introduksi teknologi yang diperagakan  dapat disampaikan kepada petani lainnya sehingga teknologi ini cepat tersebar dan diadopsi oleh petani lainnya, demikian pula diharapkan Varietas Bauji dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas khususnya petani di Kabupaten Barito Kuala.

Pin It