JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bimtek Budidaya Teknologi Padi Lahan Pasang Surut di Desa Karang Bunga, Kec. Mandastana, Kab. Barito Kuala

Rabu (7/7) bertempat di lokasi pertanaman kegiatan Hilirisasi Teknologi Padi di desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kab. Barito Kuala diadakan Bimbingan Teknis Budidaya Padi Lahan Pasang Surut. Peserta yang hadir di antaranya kepala BPP Mandastana, penyuluh lapang WKPP desa Karang Bunga, dan kelompok tani Rukun Tani yang berjumlah 10 orang. Dalam sambutannya Kepala BPP Mandastana mengharapkan dari perwakilan 10 orang ini nantinya bisa menjadi pionir untuk kelompok tani lainnya. 

Ir. Rina Dirgahayu, MS selaku Penanggung Jawab kegiatan menyampaikan bahwa bimtek akan direncanakan 2-3 Minggu sekali. Ada 3 varietas Badan Litbangtan yang ditanam yaitu varietas Baroma, Inpara 2 dan HIPA 21.

Selanjutnya Dr. Aidi Noor, MP selaku narasumber menyampaikan materi tentang Budidaya Padi Lahan Rawa Pasang Surut. Lahan pasang surut mempunyai keunggulan dan juga kekurangan. Keunggulannya yaitu pada saat musim kemarau di lahan lain tidak bisa tanami, di lahan ini masih memungkinkan petani untuk tanam, karena air masih tersedia. Sedangkan kekurangannya yaitu pada saat musim hujan bisa terjadi kebanjiran serta masam dikarenakan ada lapisan pirit (coklat kemerahan / besi).

Terdapat beberapa faktor yang menentukan keberhasilan budidaya padi di lahan pasang surut di antaranya adalah jenis varietas yang ditanam serta pemberian kapur. Varietas padi jenis inpara (inbrida padi rawa) kecuali Inpara 5 adalah contoh varietas yang adaptif di lahan pasang surut. Sedangkan dosis pemberian kapur pada tanah disesuaikan dengan pH nya. Pada tanah dengan pH 3-4,5 diperlukan kapur dengan dosis 2 t/ha, dan tanah dengan pH 4,5-5 diperlukan dosis kapur 1 t/ha. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah pengaturan /saluran air. Sistem tata air yang dianjurkan adalah sistem tata air satu arah, dimana saluran untuk pengisian air berbeda dengan saluran untuk membuang air. Dengan demikian, air dilahan selalu berganti dan lahan tercuci. Bibit padi sebaiknya ditanam pada umur 15- 21 hari. Karena itu adalah umur yang tepat untuk memperbanyak anakan. Pengendalian hama penyakit juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Penggunaan obat dan dosis yang tepat sangat menentukan efektif tidaknya pengendalian hama penyakit. Hama dan penyakit yang harus diwaspadai antara lain Blast, penggerek batang ,tungro, wereng hijau, dan wereng coklat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah diskusi untuk menyampaikan kendala atau masalah yang dihadapi oleh petani di lahan pertanamannya dan partisipasi petani dalam semua aspek diharapkan dapat menjadi penentu keberhasilan dalam budidaya padi.

#BPTPUntukBanua

#PetaniSuksesNTPNaik

 

 

 

Pin It