JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

DETASELING DAN ROGUING : UPAYA MEMPEROLEH BENIH JAGUNG YANG BERKUALITAS

BANJARBARU (04/11/2021) --- Kegiatan Hilirisasi Teknologi dan Inovasi Balitbangtan Komoditas Jagung BPTP Balitbangtan Kalimantan Selatan saat ini telah memasuki tahapan penting yang harus dilakukan untuk memperoleh benih jagung hibrida yang berkualitas yaitu Detaseling dan Roguing yang dilaksanakan di salah satu demplot perbenihan jagung di IP2TP Banjarbaru dengan luas tanam 0,25 hektar. Varietas jagung yang ditanam adalah JH-37 atau familiar oleh masyarakat Banjar disebut jagung “katuju” yang dalam Bahasa Banjar memiliki arti “suka” yang harapannya jagung yang disukai/disenangi.

 

Ir. Sri Hartati, MP penyuluh BPTP Balitbangtan Kalimantan Selatan menegaskan bahwa tahapan detaseling merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam proses kegiatan perbenihan jagung. “Detaseling merupakan kegiatan pembuangan bunga jantan yang belum mekar (umur 45-56 HST) dari pohon induk tanaman betina. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi perkawinan serumah dan diharapkan jagung tetua betina kawin dengan jagung tetua jantan saja,” jelas nya.

Sedangkan roguing merupakan pembuangan tanaman jagung yang tumbuhnya tidak normal dan berbeda dengan tanaman yang lain sehingga dihasilkan tanaman yang seragam. Roguing yang dilaksanakan pada saat ini adalah fase III yaitu pada umur tanaman 45-52 hari setelah tanam (HST).

Jagung yang ditanam pada kegiatan ini telah memasuki umur 45 HST untuk tetua betina dan 48 HST untuk tetua jantan dengan jarak tanam 70x40 cm. Pemupukan dengan cara ditugal dengan dosis urea 420 kg/ha, TSP 300 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha. Benih tetua jantan dan betina diperoleh dari Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, Sulawesi Selatan.

Benih jagung yang dihasilkan harapannya dapat kembali digunakan sebagai sumber benih untuk dapat ditanam kembali.

Pin It